KETIK, SURABAYA – Wapres Venezuela, Delcy Rodríguez resmi dilantik menjadi presiden sementara oleh parlemen yang diketuai oleh kakak kandungnya sendiri, Jorge Rodríguez. Perempuan berhaluan sosialis kiri ini dihadapkan pada situasi pelik. Ketika pasangannya, Nicolas Maduro tiba-tiba ditangkap pasukan elite AS, Delta Force.
Berdasarkan putusan Tribunal Supremo de Justicia (TSJ) atau Mahkamah Agung Venezuela, Delcy Rodríguez akhirnya dilantik menjadi presiden sementara pada Senin, 5 Januari 2026 pukul 17:00 waktu setempat atau Selasa, 6 Januari 2026 pukul 04:00 WIB.
Selama ini, Delcy Rodríguez bukan wajah baru dalam perpolitikan negeri yang selama beberapa dekade menjadi musuh utama Amerika Serikat tersebut. Ia juga bukan sekedar wapres ban serep, istilah di Indonesia untuk menyebut wakil yang hanya diposisikan sebagai pelengkap.
Delcy Eloína Rodríguez Gómez atau Delcy Rodríguez, lahir di Caracas pada 18 Mei 1969, merupakan lulusan hukum Universidad Central de Venezuela. Dalam satu dekade terakhir, karier politiknya melesat sebagai figur sentral Chavismo dan wajah diplomasi internasional Revolusi Bolivarian.
Ia pernah menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari Menteri Luar Negeri, Menteri Komunikasi, Menteri Keuangan, Menteri Perminyakan, hingga akhirnya menjabat sebagai Wakil Presiden.
Media independen Venezuela, El Pitazo mencatat, Delcy bukan sekadar figur pelengkap, melainkan arsitek penting kebijakan luar negeri dan pengelolaan sanksi internasional terhadap negeri kaya minyak itu.
Tak heran, jika Nicolas Maduro pernah menjuluki Delcy sebagai “macan” karena ketegasannya.
Naiknya Delcy Rodríguez ke kursi presiden sementara, menjadi simbol kuat dinamika kekuasaan Venezuela saat ini, sekaligus membuka babak baru dalam perdebatan tentang demokrasi, legitimasi, dan konsentrasi kekuasaan di negara tersebut.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut bahwa AS akan mendukung Delcy Rodríguez untuk menjalankan pemerintahan sementara di Venezuela.
Pernyataan Trump ini mematahkan spekulasi yang menyebut bahwa AS akan menunjuk tokoh oposisi Venzuela sekaligus peraih Nobel Perdamaian, Maria Corina Machado untuk menggantikan Nicolas Maduro.
Namun di sisi lain, pernyataan Trump itu juga menimbulkan kesan Delcy Rodríguez sebagai sosok yang disukai AS. Namun, Delcy memberikan pernyataan kontras dengan hal itu.
Dalam pernyataan pertamanya beberapa jam setelah penangkapan Nicolas Maduro, Delcy menyebut hal itu sebagai sesuatu yang melanggar hukum internasional. Saat itu ia menegaskan Nicolas Maduro adalah satu-satunya Presiden Venezuela yang sah serta mendesak pembebasannya beserta sang istri, Cilia Flores.
Delcy juga menegaskan, bahwa Venezuela tidak akan pernah tunduk sampai kapanpun kepada Amerika Serikat.
“Rakyat ini tidak akan pernah menjadi koloni siapa pun,” tegas Delcy pada 3 Januari 2026 lalu. (*)
