Sumber Pentagon Bocorkan Rinci Cara Pasukan AS 'Culik' Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Bak Film Action!

6 Januari 2026 02:35 6 Jan 2026 02:35

Thumbnail Sumber Pentagon Bocorkan Rinci Cara Pasukan AS 'Culik' Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Bak Film Action!
Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat tiba di New York dengan pengamanan ketat, 5 Januari 2026. (Foto: Reuters)

KETIK, JAKARTA – Di tengah perayaan tahun baru yang belum lama usai, dunia terkejut saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu pagi, 3 Januari 2026, mengumumkan negaranya berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

"Amerika Serikat telah melakukan misi berani untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya," tulis Trump di akun Truth Social miliknya saat itu.

Namun, di balik kabar yang mengejutkan dunia itu, misi super rahasia bersandi 'Absolute Resolve Operation' ini sejatinya telah disiapkan AS secara mendetail selama berbulan-bulan dengan melibatkan tim kecil hingga berbagai kekuatan pasukan militer elite mereka.

Sumber internal Pentagon, sebutan Departemen Pertahanan AS, yang tidak disebutkan namanya kepada Reuters mengatakan, ini adalah salah satu operasi rahasia AS paling kompleks. Persiapannya dilakukan berbulan-bulan dengan latihan sangat terperinci.

Peta Rumah Maduro dan Tanam 'Aset' di Dekatnya

Militer AS, termasuk pasukan khusus Angkatan Darat AS Delta Force membuat replika persis rumah persembunyian Maduro. Mereka berlatih berbulan-bulan untuk mencari cara masuk kediaman yang dijuluki Trump sebagai 'Benteng dengan penjagaan super ketat dan sangat terlindungi' tersebut. 

Sumber yang sama menyebut Badan Intelejen AS, CIA, telah 'menanam' tim kecil di lapangan sejak Agustus. Tim kecil itu yang memberi informasi kepada Pentagon tentang pola hidup Maduro secara mendetail. 

Sumber lain yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Reuters, Minggu (4/1/2026), CIA juga memiliki 'aset' yang dekat dengan Maduro untuk memantau pergerakan orang nomor satu di Venezuela itu. 'Aset' itu bertugas memastikan posisi Maduro saat operasi berlangsung.

Dengan semua persiapan itu, Trump sebenarnya sudah menyetujui operasi tersebut dilaksanakan empat hari sebelumnya. Namun, para perencana militer dan intelijen AS disebut menyarankan Trump agar menunggu cuaca yang lebih baik dan tutupan awan yang lebih sedikit.

Pada Sabtu dini hari itu, misi menangkap Maduro akhirnya dilaksanakan. Selama misi berlangsung, Trump bersama para penasihatnya menyaksikan siaran langsung operasi tersebut di klub Mar-a-Lago miliknya di Palm Beach, Florida.

Foto Presiden AS Donald Trump menonton siaran langsung operasi penangkapan Presiden Nicolas Maduro dari Florida ditemani pejabat negara AS. (Foto: Truth Social Donald Trump)Presiden AS Donald Trump menonton siaran langsung operasi penangkapan Presiden Nicolas Maduro dari Florida ditemani pejabat negara AS. (Foto: Truth Social Donald Trump)

Laporan Reuters menyebut detail operasi yang berlangsung selama berjam-jam ini terungkap dari wawancara dengan empat sumber berbeda yang mengetahui masalah tersebut dan diungkapkan oleh Trump sendiri.

"Saya telah melakukan beberapa operasi, tetapi saya belum pernah melihat yang seperti ini," kata Trump di Fox News beberapa jam setelah misi selesai.

Operasi Besar-besaran AS dan Tim Kecil Pembisik Trump

Di Fox News Channel, Trump juga menyebut jumlah pesawat militer AS yang terlibat misi ini sangat besar. "Kami memiliki jet tempur untuk setiap kemungkinan situasi," kata Trump.

Sebelumnya, Pentagon juga telah melakukan pengawasan dengan menumpuk pasukan militer besar-besaran di Karibia. Mereka juga mengirimkan sebuah kapal induk, 11 kapal perang, dan lebih dari selusin pesawat tempur siluman F-35.

Total, 15.000 lebih pasukan dikerahkan ke wilayah tersebut. Para pejabat AS selama ini menyebutnya sebagai operasi anti-narkoba.

Ajudan senior Trump, Stephen Miller, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Direktur CIA John Ratcliffe membentuk tim inti untuk merencanakan misi ini selama berbulan-bulan dengan pertemuan intens. Mereka rutin melaporkan perkembangan dan kesiapan pelaksanaan misi kepada Trump.

Pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, Trump dan para penasihatnya berkumpul saat sejumlah pesawat AS lepas landas dan melakukan serangan terhadap target di dalam dan dekat ibu kota Venezuela, Caracas.

Sumber BBC mengatakan, selain jet tempur, Pentagon juga menggerakkan pesawat nirawak ke wilayah Venezuela dengan misi pengacakan sistem pertahanan udara dan elektronik. Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa target serangan udara tersebut adalah pangkalan militer.

Gambar yang diambil Reuters di pangkalan udara La Carlota, Caracas memang menunjukkan kendaraan militer Venezuela dengan jumlah banyak telah hangus terbakar.

Foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat berada di atas pesawat dalam penjagaan pasukan AS. (Foto: The Aviation Geek Club)Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat berada di atas pesawat dalam penjagaan pasukan AS. (Foto: The Aviation Geek Club)

Setelah serangan udara terjadi, pasukan khusus AS memasuki Caracas dengan persenjataan lengkap, termasuk bor las untuk memotong pintu baja di lokasi Maduro berada.

Tidak dijelaskan bagaimana pasukan AS memasuki kota, tetapi video yang beredar di media sosial oleh penduduk setempat menunjukkan ada konvoi helikopter terbang rendah di atas Caracas saat itu.

Setelah mencapai rumah persembunyian Maduro, pasukan bersama agen FBI, memasuki kediaman tersebut.

"Mereka menerobos tempat-tempat yang sebenarnya tidak dapat ditembus, Anda tahu, pintu baja yang dipasang di sana untuk alasan ini. Kami melumpuhkan mereka dalam hitungan detik," kata Trump di Fox News.

Tidak jelas bagaimana pasukan AS mampu menangkap Maduro dan istrinya setelah mereka memasuki rumah, tetapi Trump mengatakan pemimpin Venezuela itu sempat mencoba masuk ke ruang 'aman' namun gagal.

"Dia mencoba masuk ke sana, tetapi dia diserbu begitu cepat sehingga dia tidak berhasil masuk," kata Trump.

Trump juga menyebut beberapa pasukan AS terkena tembakan dalam operasi itu tetapi tidak ada yang tewas.

Parlemen AS Diberitahu saat Operasi Berlangsung

Di tengah operasi berlangsung, Menlu AS Marco Rubio baru memberi tahu anggota Parlemen akan pelaksanaan operasi tersebut.

Tidak banyak informasi detail bagaimana cara AS melakukan evakuasi Maduro dari Caracas. Dalam foto yang diunggah Trump di media sosial, pemimpin Venezuela itu saat ini telah diterbangkan ke USS Iwo Jima, sebuah kapal serbu amfibi dan lanjut dipindahkan ke New York untuk diadili.

Trump menuduh Maduro terlibat dalam kartel narkoba dan bertanggung jawab atas kematian ribuan warga AS terkait penggunaan narkoba ilegal. (*)

Tombol Google News

Tags:

Presiden Venezuela Nicolás Maduro as serang venezuela Venezuela Amerika Serikat Donald Trump