KETIK, MALANG – Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Yassierli bukan-bukaan terkait realisasi program 19 juta lapangan pekerjaan.
Menurutnya potensi pencapaian program tersebut sangat terbuka lebar. Mengingat satu kementerian saja, yakni Kementerian Investasi, telah berhasil menyerap hingga 2 juta tenaga kerja baru.
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Sidang Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat Universitas Brawijaya, Senin, 5 Januari 2026.
"Data yang kami lihat itu pertama dari Kementerian Investasi. Kemarin sudah menyampaikan ke publik year on year ada sekitar 2 juta penyerapan tenaga kerja baru. Itu baru dari satu kementerian," ujarnya kepada awak media.
BPS sendiri telah mencatat terjadi penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 sebesar 4,85 persen. Angka tersebut turun 0,06 persen dibandingkan Agustus 2024.
Untuk itu Kemenaker berupaya mengkolaborasikan data dari berbagai sektor untuk melihat dampak yang dirasakan masyarakat.
"Kami mencoba mengkolaborasikan informasi tersebut. Dampaknya kita bisa lihat di data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang terlihat tingkat pengangguran turun, basisnya year on year," katanya.
Kendati demikian, ia tak memungkiri bahwa angka pengangguran di Indonesia masih cukup signifikan. Meskipun lowongan kerja yang tersedia mampu menyerap tenaga kerja namun belum mampu mengatasi persoalan pengangguran.
"Artinya, lowongan kerja yang ada itu menyerap tenaga kerja formal dan informal tapi belum bisa kemudian signifikan dalam hal memberikan solusi terhadap pengangguran," tutupnya.
