KETIK, SURABAYA – Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB RI Raditya Jati menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur lantaran Pemprov Jatim dibawah kepemimpinan Gubernur Khofifah mampu menjadi contoh dalam penanganan bencana.
Salah satunya penanganan bencana saat terjadi erupsi Semeru tahun 2025 dimana waktu itu tidak ada korban jiwa.
"Itu adalah contoh konkret bahwa gunung meletus tidak ada korban, jangan salahkan alamnya, gunungnya tapi di situ ada upaya mitigasi yang kita lakukan" kata Raditya Jati di sela Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Kemarau Panjang 2026 di Dyandra Convention Center Surabaya pada Selasa, 7 April 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu Provinsi yang memiliki rencana penanganan bencana turunan dari Rencana Nasional Penanggulangan Bencana (Renas PB). Menurutnya hal tersebut penting agar dapat terintegrasi dari RPJMD Jawa Timur.
"Saya harap Jawa Timur ini menjadi contoh, untuk Indeks Risiko Bencana Jawa Timur yang memulai untuk seluruh Indonesia, Mari anggaran pra bencananya diperbesar, mitigasi dan pencegahannya diperbesar," tuturnya.
Sementara itu, pada rakor tersebut hadir Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Afianto, Ketua DPRD Jatim Ahmad Musyafak, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang juga moderator rakor, Ketua Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Kodam V/Brawijaya Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto.
Kemudan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan RI Thomas Nifinluri, Direktur Konservasi dan Pengembangan Sumber Air Pertanian Kementerian Pertanian RI Armansyah, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya Koordinator BMKG Jatim Taufiq Hermawan, Plh. Aspidum Kajati Jatim I Ketut Kasna Dedi. (*)
