Blusukan dan Jalan Kaki Lawan 'Mager', Camat Gandus Palembang Petakan Kerusakan Infrastruktur di Gandus Pulokerto

2 Januari 2026 20:51 2 Jan 2026 20:51

Thumbnail Blusukan dan Jalan Kaki Lawan 'Mager', Camat Gandus Palembang Petakan Kerusakan Infrastruktur di Gandus Pulokerto
Camat Gandus, Jufriansyah, SSTP, M.Si, memimpin aksi jalan kaki menyusuri pelosok Kelurahan Gandus dan Pulokerto pada Jumat pagi 2 Desember 2026. (Foto: Kecamatan Gandus)

KETIK, PALEMBANG – Saat sebagian pejabat masih berkutat di balik meja, Camat Gandus Jufriansyah, SSTP, M.Si memilih melawan “mager” dengan cara tak lazim.

Jumat pagi 2 Januari 2026, ia memimpin langsung aksi jalan kaki menyusuri lorong-lorong permukiman Kelurahan Gandus dan Pulokerto untuk membongkar persoalan infrastruktur yang selama ini luput dari pantauan formal.

Mulai bergerak sejak pukul 06.30 WIB, Jufriansyah bersama Sekretaris Camat, para lurah, dan staf kecamatan sengaja meninggalkan kendaraan dinas. Langkah kaki dipilih sebagai “alat ukur” paling jujur untuk membaca kondisi riil wilayah, memastikan instruksi Wali Kota Palembang tentang percepatan pembangunan benar-benar menyentuh akar masalah warga.

Hasilnya, sejumlah temuan krusial langsung tersaji di hadapan rombongan. Di RT 17 RW 05 Kelurahan Gandus, sebuah jembatan kayu dalam kondisi lapuk terancam ambruk dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Tak jauh dari lokasi tersebut, pendangkalan anak Sungai Gandus serta drainase buntu di kawasan Perumahan PNS Pemkot teridentifikasi sebagai biang keladi genangan air yang kerap melumpuhkan akses jalan saat hujan turun.

Kondisi tak kalah memprihatinkan ditemukan di Kelurahan Pulokerto. Jalan Sosial RT 13 terlihat rusak parah, dipenuhi lubang yang berubah menjadi kubangan air akibat buruknya sistem pembuangan air hujan.

Kerusakan ini dinilai menghambat mobilitas warga sekaligus memperlambat denyut ekonomi lingkungan sekitar.

Menurut Jufriansyah, kehadiran pemerintah di lapangan adalah bentuk pelayanan publik yang tidak boleh ditunda. Ia menegaskan, persoalan wilayah tidak boleh berhenti sebagai laporan administratif semata.

“Kami ingin melihat, mendengar, dan merasakan langsung apa yang dialami warga. Yang bisa ditangani cepat akan kita selesaikan lewat gotong royong. Sementara perbaikan besar akan kami dorong menjadi prioritas OPD teknis,” tegasnya.

Aksi blusukan ini menjadi sinyal perubahan pola pelayanan di Kecamatan Gandus lebih aktif, responsif, dan humanis. Dengan turun langsung menyusuri wilayah, pemerintah tidak hanya mencatat masalah, tetapi membangun kepercayaan publik melalui kehadiran nyata.

“Pelayanan terbaik adalah hadir sebelum masyarakat mengeluh. Berjalan kaki membuat kami lebih peka pada fakta lapangan yang sebenarnya,” pungkas Jufriansyah.(*) 

Tombol Google News

Tags:

blusukan Camat viral kecamatan Gandus kota palembang