KETIK, SURABAYA – Seorang ibu warga Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Fatimatul Zahro, nekat menasihati Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul.
Ya, kejadian itu saat Fatimah yang sehari-harinya berdagang di kantin sekolahan diwisuda graduasi 1.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di pendopo kabupaten setempat, Senin, 17 November 2025.
"Mohon maaf untuk Bapak Menteri, mungkin ke depannya monggo benar-benar diseleksi kembali yang berhak dan tidak. Karena biar yang seperti kami tidak merasakan. Mohon maaf," ujarnya di hadapan Mensos Gus Ipul.
Fatimah meminta agar standar yang harus dipenuhi agar bisa mendapatkan bansos lebih transparan sehingga tak ada lagi masyarakat yang merasa tidak tepat sasaran.
Fatimah mengaku, ada beberapa tetangganya yang mempertanyakan dirinya bisa menerima bansos.
"Apa sih standar penerima bantuan PKH itu? Sedangkan kami tidak meminta untuk kami mendapatkan PKH. Kami mendapatkan PKH karena pilihan dari pemerintah. Tapi masyarakat di sana mempertanyakan," ucapnya.
Fatimah nekat menasihati Gus Ipul karena memang diminta memberi masukan untuk mensos. Ia dinyatakan lulus graduasi dan setelah lima tahun menerima bansos.
Kini Fatimah bisa naik kelas. Ia tidak lagi mengandalkan bansos dan siap hidup mandiri dengan mengikuti program pemberdayaan kolaborasi Kemensos dan pihak-pihak terkait.
Sementara itu, Mensos Gus Ipul menerima masukan itu dengan baik dan apa yang disampaikan Fatimah harus dihormati, lalu ditindaklanjuti.
"Bagus, nasihatnya bagus sekali. Nggak apa-apa, nggak usah mohon maaf. Ibu kalau ngomong apa adanya nggak usah minta maaf. Kalau Ibu ngomong apa adanya, apa yang ada di dalam hati, itu sesuatu yang harus kita hormati. Tepuk tangan untuk Ibu ini," kata Gus Ipul. (*)
