Berbagai Elemen di Banyuwangi Hadiri Kegiatan Campur Ngaji Untuk Membasahi Hati

18 Januari 2026 10:06 18 Jan 2026 10:06

Thumbnail Berbagai Elemen di Banyuwangi Hadiri Kegiatan Campur Ngaji Untuk Membasahi Hati

Suasana kegiatan “Campur Sari Campur Ngaji Kanggo Nelesi Ati” yang digelar di Pondok Pesantren Adz Dzikra Banyuwangi, Sabtu 17 Januari 2026 (Foto : Hakim Said / ketik.com)

KETIK, BANYUWANGI – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti kegiatan bertajuk Campur Sari Campur Ngaji Kanggo Nelesi Ati yang digelar di Pondok Pesantren Adz Dzikra, Banyuwangi, Sabtu malam, 17 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi lintas agama, budaya, generasi, dan institusi di Kabupaten Banyuwangi.

Sejumlah tokoh nasional hingga daerah hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Kapolresta Banyuwangi Kombes (Pol) Rofiq Ripto Himawan, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen (Pol) Ibnu Suhendra yang merupakan putra daerah asal Glagah, Rogojampi.

Selain unsur pemerintah dan aparat keamanan, kegiatan ini juga dihadiri para tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan. Tampak hadir Ketua PCNU Banyuwangi Gus Achmad Turmudzi, Wakil Ketua MUI Banyuwangi Gus Sunandi Zubaidi, Ketua FKUB Banyuwangi H. Nur Chozin, Ketua MWC NU Banyuwangi Ayung Barurohim, Ketua MWC NU Kalipuro Ayum, serta Ketua KONI Banyuwangi Achmad Khoirullah.

Dari unsur pemerintah daerah, turut hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Banyuwangi Agus Mulyono serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Lukman. Keduanya selama ini dikenal aktif dalam penguatan wawasan kebangsaan dan kerukunan sosial di Banyuwangi.

Kegiatan ini juga dihadiri kalangan pemuda dan mahasiswa dari berbagai organisasi, seperti GMNI, HMI, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi. Hadir pula pengusaha lokal Aminoto, Wakil Ketua Umum GM FKPPI Agus, Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi Hakim Said, beserta pengurus dan anggota GM FKPPI Cabang Banyuwangi. Puluhan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat turut memeriahkan acara.

Kapolresta Banyuwangi Kombes (Pol) Rofiq Ripto Himawan menegaskan bahwa kegiatan berbasis budaya dan spiritual seperti ini memiliki nilai strategis dalam menjaga keamanan dan persatuan masyarakat.

“Keamanan tidak cukup dijaga dengan pendekatan hukum semata. Kegiatan seperti Campur Sari Campur Ngaji ini menjadi pendekatan budaya dan spiritual yang efektif untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, dan ketenangan sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, pesantren dan tokoh agama merupakan mitra penting kepolisian dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Banyuwangi.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Adz Dzikra Banyuwangi Achmad Wahyudi mengatakan, kegiatan ini sengaja dirancang sebagai ruang penyejuk di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

“Campur Sari Campur Ngaji ini bukan sekadar hiburan dan pengajian, tetapi ikhtiar nelesi ati atau menjernihkan hati, sekaligus merawat nilai kebangsaan, persatuan, dan ukhuwah. Duduk bersama antara ulama, aparat, pemerintah, pemuda, dan masyarakat adalah modal sosial yang harus terus dijaga,” kata Wahyudi.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat tersebut. Menurutnya, kebersamaan menjadi kekuatan utama Banyuwangi dalam menjaga harmoni sosial.

“Banyuwangi kuat karena guyub. Ketika ulama, aparat, pemerintah, pemuda, dan masyarakat bisa duduk bersama seperti malam ini, maka persatuan dan ketahanan sosial akan semakin kokoh,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas, toleransi, serta pelestarian budaya lokal Banyuwangi.

“Kegiatan ini menegaskan bahwa Banyuwangi tetap merawat tradisi, spiritualitas, dan kebangsaan dalam satu harmoni,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Berbagai Elemen di Banyuwangi Hadiri kegiatan Campur ngaji untuk Membasahi hati