Jelang Masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya Intensifkan Pemeriksaan Jalur dan Jembatan

4 Maret 2026 17:15 4 Mar 2026 17:15

Thumbnail Jelang Masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya Intensifkan Pemeriksaan Jalur dan Jembatan

Para petugas PT Kereta Api Indonesia ketika sedang memeriksa jalur rel untuk keselamatan angkutan Lebaran 2026. (Foto: Humas PT KAI Daop 8)

KETIK, SURABAYA – Menjelang Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya memastikan seluruh prasarana jalan rel dan jembatan di wilayah operasionalnya berada dalam kondisi aman dan siap digunakan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan serta kelancaran perjalanan kereta api selama arus mudik dan balik Lebaran yang diperkirakan meningkat.

Kesiapan prasarana dilakukan melalui pemeriksaan menyeluruh, pemeliharaan preventif, serta peningkatan pengawasan di seluruh lintas Daop 8 Surabaya. Wilayah kerja Daop 8 mencakup lintas sepanjang 578,396 kilometer spoor (Kmsp) dengan 1.118 unit jembatan yang terdiri dari 211 jambatan Kelas I, 161 jembatan Kelas II dan 746 jembatan kelas III menjadi fokus pengamanan operasional selama masa angkutan Lebaran.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara berkelanjutan oleh tim prasarana, khususnya Unit Jalan Rel dan Jembatan, guna memastikan seluruh aset berada dalam kondisi optimal.

“KAI melaksanakan pemeriksaan dan pemeliharaan secara intensif, baik rutin maupun preventif, pada seluruh lintas, termasuk jalan rel, jembatan, serta bangunan pelengkap lainnya. Setiap komponen kami cek secara detail, mulai dari sambungan rel, bantalan, wesel, drainase, hingga struktur utama jembatan, untuk memastikan semuanya aman dilalui kereta api selama masa Angkutan Lebaran,” ujar Mahendro.

Ia menjelaskan, perawatan prasarana dilakukan melalui tiga metode perawatan utama, yakni perawatan rutin sesuai jadwal, perawatan preventif untuk mencegah kerusakan, serta perawatan korektif terhadap temuan di lapangan.

Selain itu, frekuensi pemeriksaan jalur di luar jadwal reguler juga ditingkatkan, termasuk pemantauan di Daerah Pemantauan Khusus (DAPSUS) serta pemeriksaan tambahan yang dilakukan saat cuaca ekstrem untuk mengantisipasi potensi gangguan pada rel maupun jembatan. 

Untuk Angkutan Lebaran 2026, terdapat 6 lokasi DAPSUS yang menjadi fokus utama pengawasan, terdiri dari dua titik di lintas utara dan empat titik di lintas selatan. Di lokasi tersebut disiagakan personel serta peralatan pendukung guna mengantisipasi potensi gangguan.

KAI Daop 8 Surabaya juga menambah personel pengamanan di sejumlah titik strategis, khususnya perlintasan sebidang tidak terjaga dan wilayah yang membutuhkan pengawasan ekstra. 

Total personel yang disiagakan mencapai 1.013 orang, yang terdiri dari 856 petugas reguler dan 157 petugas tambahan selama masa angkutan Lebaran. Petugas ekstra tersebut mencakup 40 PPJ Extra untuk kebutuhan pemeriksaan tambahan dalam kondisi tertentu, 106 PJL Extra untuk mengakomodasi jalur perlintasan tidak terjaga dengan tingkat lalu lintas kendaraan yang tinggi, serta 11 PJD Extra di sejumlah lokasi DAPSUS yang memerlukan penjagaan tambahan.

Selain itu, KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang ditempatkan di titik-titik strategis agar dapat digunakan secara cepat apabila terjadi gangguan prasarana.

“KAI berkomitmen memastikan seluruh prasarana, peralatan, serta personel dalam kondisi siap siaga 24 jam. Dengan kesiapan infrastruktur yang andal dan dukungan sumber daya yang memadai, kami optimistis dapat mendukung kelancaran perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026, sehingga masyarakat dapat bepergian dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Mahendro.

KAI Daop 8 Surabaya menegaskan komitmennya melalui langkah strategis yang diambil, untuk menjaga keandalan infrastuktur jalan rel dan jembatan sebagai unsur utama keselamatan perjalanan kereta api. 

Update Angkutan Lebaran Surabaya

Penjualan tiket kereta api jarak jauh pada masa Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Daop 8 Surabaya hingga Rabu 4 Maret 2026 tercatat sebanyak 261.728 tiket atau sekitar 47 persen dari total kapasitas 561.528 tempat duduk. Penjualan tersebut merupakan akumulasi perjalanan periode 11 Maret hingga 1 April 2026 dan diperkirakan terus meningkat.

Tanggal keberangkatan dengan penjualan tertinggi tercatat pada 18 Maret, 19 Maret, dan 17 Maret 2026. Meski demikian, tiket pada sejumlah tanggal dan relasi lainnya masih tersedia. Untuk periode arus balik H+1 hingga H+10, ketersediaan tempat duduk juga dinilai masih mencukupi.

Selama Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan 59 perjalanan kereta api jarak jauh per hari, termasuk perjalanan tambahan dari Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, dan Malang guna mengakomodasi peningkatan mobilitas masyarakat.

Selain itu, KAI Daop 8 Surabaya masih menyediakan 101.372 tiket dengan potongan tarif 30 persen untuk kelas ekonomi komersial dalam program stimulus pemerintah periode 14–29 Maret 2026. Dari total kuota 188.288 tiket diskon yang disiapkan, sebanyak 86.916 tiket telah terjual dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah.

Masyarakat diimbau memanfaatkan program tersebut melalui kanal resmi dan merencanakan perjalanan lebih awal agar mudik dan arus balik Lebaran dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman. (*)

Tombol Google News

Tags:

PT KAI Daop 8 PT Kereta Api Indonesia Kereta Api tiket kereta api Diskon angkutan lebaran lebaran pemeriksaan rel kereta api transportasi surabaya