Basuh Diri di Ambang Waktu, Refleksikan Akhir Tahun dalam Balutan Alam di Puncak Jowin

1 Januari 2026 11:47 1 Jan 2026 11:47

Thumbnail Basuh Diri di Ambang Waktu, Refleksikan Akhir Tahun dalam Balutan Alam di Puncak Jowin
Suasana Pagi Saat pertama kali Matahari terbit di tahun baru 2026.(Foto: Hariya/Ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Pemerintah Desa Winong, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung menggelar acara dalam rangka menyambut pergantian Tahun Baru 2026 pada Rabu malam, 31 Desember 2025.

Ratusan wisatawan memadati kawasan Wisata Puncak Jowin untuk merayakan pergantian tahun tersebut.

Berbeda dari tahun sebelumnya, perayaan kali ini mengusung ajakan bagi pengunjung untuk sejenak menengok ke belakang sebelum melangkah ke masa depan.

Sejak sore hari, suasana tenang sudah terasa di kawasan wisata Puncak Jowin seiring kedatangan para wisatawan.

Awak media Ketik.com yang tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB juga merasakan keheningan serupa yang dirasakan para pengunjung.

Kondisi tersebut seolah menjadi pertanda adanya hal yang ingin dilepaskan dari tahun 2025 sekaligus harapan besar yang disematkan untuk menyongsong tahun 2026.

Perayaan malam jelang pergantian Tahun Baru 2026 di Wisata Puncak Jowin dimulai pukul 20.30 waktu setempat, diawali hiburan musik dari grup elektun plus yang membawakan lagu dangdut dan campursari oleh sejumlah artis lokal Desa Winong serta artis dari Kota Tulungagung.

Seiring bergesernya waktu menuju malam pergantian tahun 2026, jumlah wisatawan yang datang ke Wisata Puncak Jowin terus bertambah.

Dalam perayaan tersebut, hadir Kepala Desa Winong Sutejo beserta jajaran perangkat desa dan sejumlah warga sekitar. Sutejo menyampaikan terima kasih kepada wisatawan yang telah menghadiri acara malam jelang Tahun Baru di Wisata Puncak Jowin.

"Kami ingin malam ini bukan sekadar pesta, tapi juga momen jeda," ujar Suteja dalam sambutannya pada Rabu malam, 31 Desember 2025.

"Kami atas nama pemerintah Desa Winong juga sebagai pengelola kawasan wisata Puncak Jowin mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada wisatawan atau pengunjung yang datang pada acara ini," ujar Mbah Lurah Winong 

"Dengan berwisata bukan hanya soal memanjakan mata, tapi juga menyegarkan jiwa," tuturnya.

Tepat pukul 00.00 WIB, momen tersebut menjadi sangat emosional bagi banyak pengunjung. “Melihat cahaya-cahaya kecil ini menyala bersamaan membuat saya sadar bahwa meski tahun lalu berat, selalu ada harapan kecil yang bisa kita jaga,” tambahnya.

"Melalui kegiatan ini, Saya berharap tempat Wisata Puncak Jowin dapat menjadi pelopor wisata reflektif yang tidak hanya mengejar keramaian, tetapi juga kedalaman makna", imbuhnya.

Perayaan ditutup dengan doa yang dipanjatkan untuk kedamaian dan keberlanjutan alam.

Memasuki 1 Januari 2026, sisa-sisa perayaan dibersihkan secara gotong royong oleh panitia setempat bersama pengunjung, sebagai simbol komitmen menjaga "Rumah Kita dan Alam Kita" di tahun yang baru.

Usai acara, sebagian wisatawan mulai meninggalkan lokasi, sementara lainnya memilih tetap bertahan di Wisata Puncak Jowin sekadar menanti matahari pertama yang terbit di awal tahun 2026, menjadi kenangan tak terlupakan dari perayaan jelang Tahun Baru di kawasan tersebut.(*)

Tombol Google News

Tags:

tag puncak jowin Desa Winong Tulungagung