KETIK, NAGAN RAYA – Bencana banjir kembali melanda Kabupaten Nagan Raya, Aceh, sejak Rabu, 26 November 2025, setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut selama tiga hari berturut-turut. Debit air Krueng Beutong dan Krueng Tripa meluap hingga menggenangi ribuan rumah warga dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 180 sentimeter di berbagai kawasan.
Berdasarkan laporan resmi Pusdalops BPBD Kabupaten Nagan Raya pada Jumat, 29 November 2025 pukul 14.30 WIB, banjir melanda empat kecamatan, yakni Beutong Ateuh Banggalang, Darul Makmur, Tripa Makmur, dan Tadu Raya.
Wilayah Terdampak Terluas di Kecamatan Darul Makmur
Di Kecamatan Darul Makmur, banjir merendam permukiman padat penduduk seperti Desa Ujong Lamie, Lamie, Kuta Trieng, Alue Wakie hingga Suak Palembang dengan total ribuan kepala keluarga terdampak.
Sementara itu, di Tripa Makmur, sebanyak 11 desa terendam, mulai dari Panton Pange, Ujong Krueng, Neubok Yee hingga Kuala Tripa. Sementara itu, di Kecamatan Tadu Raya turut terdampak banjir pada 28 November 2025, dengan desa Cot Mee, Cot Mue, dan Alue Siron ikut menjadi wilayah terdampak.
Jumlah korban terdampak di Beutong Ateuh Banggalang sebanyak 714 KK atau 2.156 jiwa. Di Darul Makmur total terdampak 3.992 KK atau sebanyak 12.538 jiwa. Tripa Makmur
total terdampak 3.206 KK atau 10.575 jiwa. Sedangkan Tadu Raya total terdampak 651 KK atau 1.949 jiwa.
Total keseluruhan korban terdampak banjir di Kabupaten Nagan Raya diperkirakan lebih dari 20 ribu jiwa.
Ratusan Warga Mengungsi
Sejumlah titik pengungsian telah didirikan di beberapa lokasi, di antaranya di Beutong Ateuh sebanyak satu titik yaitu di Desa Blang Meurandeh. Di Kecamatan Darul Makmur empat titik di Desa Lamie, dua titik di Desa Kuta Trieng, dua titik di Desa Gunong Cut, dan satu titik di Desa Tuwi Buya.
Di lokasi tersebut, warga membutuhkan logistik, air bersih, obat-obatan, dan pelayanan medis darurat.
Infrastruktur Rusak Berat
Banjir juga menyebabkan kerusakan berat pada fasilitas umum dan akses transportasi. Sejumlah ruas jalan dan jembatan putus, termasuk Jalan nasional lintas Beutong – Takengon, jembatan rangka baja di Desa Alue Wakie, jalan provinsi Lamie – Kuala Tuha, jembatan penghubung Tadu Raya – Alue Bata.
Selain itu, puluhan hingga ratusan rumah dilaporkan rusak, terendam lumpur, bahkan ada yang terseret arus.
Kondisi terkini hingga berita ini diterbitkan, Beutong Ateuh Banggalang air telah surut, Darul Makmur air mulai surut sedangkan di Tripa Makmur banjir masih menggenangi rumah warga.
Cuaca terakhir dilaporkan cerah dengan suhu 23–32°C, kelembapan 70–95 persen, dan kecepatan angin mencapai 25 km/jam dari arah timur–barat laut.
BPBD dan Petugas Masih Melakukan Penanganan
BPBD Kabupaten Nagan Raya bersama tim gabungan masih melakukan asesmen kerusakan, evakuasi warga terdampak, pengiriman bantuan masa panik, serta distribusi air bersih ke sejumlah titik yang masih terisolasi banjir dan lumpur.
Sementara itu, Kalak BPBK Abdya, Irfanda Rinadi, yang ikut memantau situasi penanganan lintas wilayah menyampaikan bahwa bencana banjir kali ini membutuhkan percepatan koordinasi bantuan antarinstansi.
"Kami berharap proses penanganan dapat berjalan cepat, terarah, dan tepat sasaran. Situasi ini membutuhkan kerja bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan lembaga bantuan," ujarnya.
Pihak BPBD Nagan Raya mengimbau masyarakat tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. (*)
