Bahayakan Pengendara, Jalan Kyai H Asyari Kaliwungu Rusak Parah dan Berlubang

23 Januari 2026 08:20 23 Jan 2026 08:20

Thumbnail Bahayakan Pengendara, Jalan Kyai H Asyari Kaliwungu Rusak Parah dan Berlubang

Salah satu kondisi jalan berlubang di Jalan Kyai H Asyari Kaliwungu Kendal, pantauan pagi ini, Jumat, 23 Januari 2026. (Foto: Dian Wisnu Ardi/ Ketik.com)

KETIK, KENDAL – Kondisi infrastruktur jalan di pusat Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, kian memprihatinkan. Pantauan di lapangan pada Jumat, 23 Januari 2026, kerusakan jalan terlihat cukup parah di sepanjang Jalan Kyai H Asyari, mulai dari kawasan Pasar Gladak ke arah timur menyusuri pinggiran Kali Aji, hingga beberapa titik di depan Masjid Besar Al Muttaqin Kaliwungu.

​Kerusakan jalan ini bervariasi, mulai dari aspal yang mengelupas hingga lubang dengan kedalaman yang cukup signifikan. Saking dalamnya lubang di beberapa titik, warga berinisiatif memasang tanda darurat berupa peti kayu untuk memberi peringatan kepada pengendara agar tidak terperosok.

​Kerusakan ini diduga kuat dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir yang menyebabkan Sungai Aji meluap ke badan jalan. Selain faktor alam, aktivitas kendaraan berat yang tetap nekat melintas meski sudah ada larangan resmi, ditengarai menjadi penyebab utama cepatnya kerusakan aspal di jalur padat tersebut.

​Kondisi ini dikeluhkan oleh para pekerja dan warga yang setiap hari menggantungkan akses pada jalan ini. Riski, salah seorang pengendara yang ditemui saat hendak berangkat kerja menuju kawasan industri di Kota Semarang, menyebutkan bahwa jalur ini sangat krusial namun berbahaya.

​"Jalan di sini ramai dan padat setiap hari. Apalagi kalau jam berangkat kerja pagi hari, banyak orang kerja dan anak sekolah lalu lalang. Beberapa waktu lalu bahkan ada yang sempat terjatuh karena terperosok lubang itu," ujar Riski kepada wartawan, Jumat, 23 Januari 2026.

​Senada dengan Riski, Tri, warga sekitar Kaliwungu, menyatakan kekhawatiran yang sama. Ia menyoroti beberapa waktu lalu kendaraan bertonase besar yang masih melintas meski rambu larangan sudah terpasang.

​"Harapan kami sebagai warga hanya satu, agar pemerintah segera turun tangan mengatasi hal ini. Jangan menunggu jatuh korban lebih banyak lagi. Kami ingin pengguna jalan merasa aman dan nyaman saat melintas di Kaliwungu," tutur Tri.

​Para pengendara diimbau untuk ekstra waspada, terutama saat kondisi hujan atau malam hari ketika jarak pandang terbatas dan lubang tertutup genangan air. Pihak terkait diharapkan segera melakukan perbaikan permanen dan mempertegas pengawasan terhadap kendaraan berat yang melanggar aturan tonase demi menjaga keutuhan jalan kabupaten tersebut. (*)

Tombol Google News

Tags:

Jalan rusak INFRASTRUKTUR Kaliwungu Kendal Jalan berlubang