KETIK, SURABAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengunjungi SMKN 7 Malang pada Selasa, 24 Februari 2026. Saat meninjau sarana prasarana sekolah, Ia menemukan satu spot menarik dengan panorama yang indah dan strategis.
Alih-alih dibiarkan menjadi lahan tak terkelola, Aries memberikan saran untuk mengubah lahan tersebut menjadi area produktif seperti kafe berbasis edukasi yang dikelola siswa. Konsepnya bukan sekadar tempat nongkrong, tetapi ruang praktik kewirausahaan yang riil, terukur, dan bernilai ekonomi.
"Menurut saya view-nya sudah dapat langsung terlihat sawah dan kereta api dari kejauhan, lokasinya juga mendukung.Tinggal bagaimana kita kelola menjadi value. Ini bisa jadi ruang belajar yang kontekstual dan membangun entrepreneur murid," ujar Aries.
Dengan konsep yang jelas, perencanaan yang matang, serta kolaborasi lintas kompetensi, lahan tersebut berpotensi menjadi laboratorium bisnis terbuka. Siswa bisa belajar langsung tentang manajemen usaha, hospitality, pengolahan produk, desain ruang, hingga strategi pemasaran.
Dengan adanya gagasan ini, diharapkan sekolah tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga mampu melahirkan wirausaha muda yang kreatif dan mandiri. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen penguatan pendidikan vokasi agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan zaman, sekaligus mendorong pembelajaran yang aplikatif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masa depan peserta didik. (*)
