KETIK, CILACAP – Kebakaran hebat melanda Rita Pasaraya Cilacap yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Rita Pasaraya yang terdiri dari tiga lantai merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Cilacap. Peristiwa terjadi pada Senin 2 Februari 2026, malam, pukul 22.15.
Api membumihanguskan pusat perbelanjaan tiga lantai tersebut hingga merembet ke toko-toko di sampingnya.
Insiden tersebut memicu kepanikan massal di pusat kota. Sebagai warga sempat mengungsi melihat api yang membakar sangat hebat.
Anto warga Jalan Kokosan Rt 04 Rw 14 yang berada tepat dibelakang Rita Pasaraya menyampaikan, api berkobar sekitar pukul 22.15 Wib, ia sempat mendengar suara ledakan namun tidak mengetahui apa sumber ledakan tersebut. Kobaran api yang semakin membesar menjadikan warga panik dan berusaha mengungsi.
"Kita melihat kepulan asap dan api mulai besar, ya sekitar pukul 22.15 wib. Warga juga sempat mendengar suara ledakan tapi saya sendiri tidak tau asalnya dari mana boro-boro mencari tahu perasaan warga sudah takut karena kita berada persis di belakang Rita," ungkap Anto.
"Ada sebagian warga yang mengungsi terutama ibu-ibu dan anak-anak, kalo kita yang laki-laki stand by di sini saja," imbuhnya.
Lebih lanjut, Anto melihat petugas pemadam kebakaran (Damkar) sempat menjebol tembok belakang toko olahraga dan rumah makan Sushi yang letaknya di sebelah Rita.
"Ini merupakan alternatif petugas damkar menjebol tembok belakang dan memadamkan apinya dari belakang soalnya takut api merembet ke rumah warga," terang Anto.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama relawan dari berbagai unsur masih melakukan upaya pemadaman di lokasi kejadian hingga pagi hari, Selasa 3 Februari pukul 06.00.
Ketua Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Cilacap, Mustangin Mulyana mengatakan kebakaran diketahui pertama kali pukul 22.15, beruntung karyawan Rita sudah pada pulang pukul 21.30.
Menurut Mustangin api cukup besar hingga menjalar ke beberapa bangunan toko yang berada di sekitar Rita Pasaraya.
"Apinya cukup besar ya, sehingga dua bangunan di sekitarnya ikut terbakar, yaitu toko sepatu dan rumah makan shusi," jelas Mustangin.
Ia menambahkan, hingga Selasa pagi petugas masih menemukan sejumlah titik api, meskipun volumenya mengecil dan memasuki tahap pendinginan.
"Kita masih melaksanakan pemadaman di beberapa titik api, tapi sudah mengecil mulai tahan pendinginan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan tim Inafis Polresta Cilacap. Diketahui tidak ada korban jiwa, dan kerugian materil masih dilakukan penyelidikan. (*)
