Alda Yunita: Sosok Guru SMKS 6 PGRI Malang Juara Nasional Kompetisi AI Telkom Indonesia

29 November 2025 12:26 29 Nov 2025 12:26

Thumbnail Alda Yunita: Sosok Guru SMKS 6 PGRI Malang Juara Nasional Kompetisi AI Telkom Indonesia
Alda Yunita, sosok guru SMKS PGRI 6 Kota Malang yang sukses meraih gelar juara nasional kompetisi yang diadakan Telkom Indonesia. (Foto: Dendy Ganda Kusumah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Hasil tak akan mengkhianati kerja keras. Ungkapan ini layak untuk menggambarkan perjuangan Alda Yunita, seorang guru muda dari SMKS PGRI 6 Kota Malang. Perempuan 27 tahun ini baru saja memetik buah manis perjuangannya selama ini.

Beberapa waktu lalu, Alda meraih peringkat ketiga perlombaan nasional pembuatan media ajar interaktif berbasis AI yang diadakan Telkom Indonesia. 

"Saya pakai metode gaming untuk pembelajaran. Karena anak-anak kan susah lepas dari ponsel. Otomatis, saya harus membuat materi pembelajaran yang bisa diakses via ponsel," ucap Alda, kepada Ketik.com.

"Saya membuat sebuah game, yang untuk menyelesaikannya, ada tantangan-tantangan yang berbentuk soal. Soalnya juga merupakan tantangan yang dihadapi anak-anak didik saya, yaitu dampak sosial informatika," sambungnya.

Bagi Alda, kemenangan ini terasa sangat spesial. Pasalnya, ia sama sekali tak memiliki latar belakang di bidang informatika, atau bahkan di bidang pendidikan.

Alda merupakan lulusan jurusan Manajemen Keuangan Internasional dari Universitas Islam Malang. Ia belajar informatika secara otodidak. Ia hanya sempat mengikuti kursus komputer di HOPE World Wide Web Computer Training Center Malang pada 2014 lalu.

"Yang pasti, sampai sekarang saya masih belajar terus. Karena bukan background saya, saya harus belajar lebih keras,” katanya.

Soal bekerja lebih keras, tak menjadi masalah besar bagi Alda. Pasalnya, sejak kecil sulung dari dua bersaudara ini sudah dibiasakan untuk hidup disiplin dan kerja keras.

"Orang tua saya selalu bilang, kalau bisa bantu diri sendiri dulu, lakukan. Jangan malas," ujarnya.

Kerja keras ini juga ia lakukan saat berkuliah. Banyak pekerjaan sambilan yang sempat dijalaninya semasa duduk di bangku perkuliahan. Ketika teman-temannya sibuk menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan atau nongkrong, Alda lebih memilih bekerja sambilan, termasuk menjadi guru di sebuah lembaga bimbingan belajar.

Cukup lama mengajar di lembaga bimbingan belajar membuat Alda jatuh hati ke dunia pendidikan. Walhasil, ketika perjalanan nasib membawanya menjadi seorang guru, Alda sama sekali tak kagok dan menyesal.

"Saya senang mengajar anak-anak. Bahkan, ketika harus pagi-pagi berangkat mengajar, saya tetap senang saat bertemu dengan murid-murid saya," tuturnya.

Alda mengaku tak hanya mengajarkan pelajaran kepada murid-muridnya. Ia juga mencoba menanamkan nilai-nilai, seperti yang ditanamkan orang tuanya dulu, termasuk tak mudah puas dan coba untuk selalu lebih baik.

"Saya juga berusaha untuk mengajari mereka dengan contoh, bukan hanya dengan kata-kata," tandasnya.
 

Tombol Google News

Tags:

smks 6 pgri malang Telkom Indonesia alda yunita