KETIK, JAKARTA – Mudik menjadi bagian tak terpisahkan dalam perayaan Idulfitri di Indonesia. Jutaan orang pulang kampung untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara mereka.
Pada Lebaran 2026 ini, menurut prediksi pemerintah, akan ada 143,91 juta orang yang akan mudik. Jumlah ini sekitar 50,6 persen dari total penduduk Indonesia.
Angka ini menunjukkan tradisi mudik tetap menjadi fenomena mobilitas terbesar masyarakat setiap tahunnya, meski jumlahnya sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), jumlah pemudik Lebaran dalam beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Pada masa pandemi Covid-19, jumlah pemudik sempat turun drastis.
Pada 2020 misalnya, jumlah pemudik hanya sekitar 297 ribu orang, kemudian meningkat menjadi 1,5 juta orang pada 2021. Setelah pembatasan mobilitas dilonggarkan, angka mudik melonjak menjadi 85,5 juta orang pada 2022 dan terus naik menjadi 123,8 juta orang pada 2023.
Lonjakan tertinggi terjadi pada 2024 dengan 193,6 juta pemudik. Namun pada 2025 jumlahnya turun menjadi 146,48 juta orang, dan kembali sedikit menurun pada 2026 menjadi 143,91 juta orang.
Dilihat dari daerah asal pemudik, Jawa Barat menjadi penyumbang pemudik terbesar dengan 30,97 juta orang. Posisi berikutnya diikuti oleh Jawa Timur sebanyak 19,93 juta orang dan Jawa Tengah dengan 16,57 juta orang.
Sementara untuk daerah tujuan, Jawa Tengah masih menjadi tujuan mudik paling populer dengan 38,71 juta orang. Disusul Jawa Timur sebanyak 27,29 juta orang dan Jawa Barat dengan 25,09 juta orang.
Selain itu, Daerah Istimewa Yogyakarta juga menjadi tujuan utama dengan 8,20 juta pemudik, sementara di luar Pulau Jawa, Sulawesi Selatan mencatat 5,36 juta pemudik.
Dari sisi moda transportasi, mobil pribadi menjadi pilihan utama masyarakat untuk mudik. Tercatat sekitar 76,24 juta orang menggunakan kendaraan ini.
Moda transportasi lain yang cukup banyak digunakan adalah sepeda motor sebanyak 24,08 juta orang, disusul bus dengan 23,34 juta orang.
Sementara itu, kapal penyeberangan digunakan oleh sekitar 6,40 juta orang, pesawat sebanyak 4,98 juta orang, dan kereta api perkotaan sekitar 2,17 juta orang.
Adapun kapal laut digunakan oleh sekitar 926 ribu orang, sedangkan kereta cepat serta moda transportasi lainnya masing-masing digunakan oleh sekitar 262 ribu orang.
Meski jumlah pemudik tahun ini sedikit lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, angka 143,91 juta pemudik menunjukkan bahwa tradisi mudik tetap menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Indonesia.
Pergerakan besar-besaran masyarakat setiap menjelang Idulfitri ini juga menjadi momentum penting bagi aktivitas ekonomi, transportasi, serta sektor pariwisata di berbagai daerah. (*)
