KETIK, MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang masih harus menghadapi tantangan 44 titik blankspot atau minim sinyal koneksi internet. Untuk itu, akses internet merata kini tengah dikejar di beberapa wilayah termasuk Malang Selatan.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Malang, Atsalis Supriyanto menjelaskan luasnya wilayah administratif menjadi kendala dari pemerataan akses internet.
"Kabupaten Malang ini memang masih ada, kurang lebih 44 titik (blankspot). Titik-titik itu memang jangkauannya, karena kondisi demografis Kabupaten Malang yang begitu luar biasa sehingga sulit dijangkau," ujarnya, Sabtu 29 November 2025.
Beberapa titik yang masih dihantui blankspot ialah wilayah Malang Barat, Malang Timur, dan sekitar Malang Selatan. Ia menekankan bahwa wilayah tersebut bukan tanpa sinyal sama sekali.
"Sudah ada (sinyal), cuma kecil sekali. Seperti di jalur lintas selatan (JLS) itu kan juga kadang kita harus mencari titik tertentu supaya dapat sinyal," katanya.
Pemkab Malang saat ini dihadapkan dengan tantangan digitalisasi di tengah efisiensi anggaran dan berkurangnya dana transfer ke daerah (TKD) yang sekitar Rp644 miliar. Namun Atsalis berkomitmen agar jaringan internet harus tersebar merata hingga di tataran desa.
"Mau tidak mau itu adalah dasar yang sangat penting. Mungkin kami akan melakukan kerja sama dengan PT Telkom, PT Capoeng, bagaimana upaya paling tidak ada CSR untuk bantuan ke daerah plosok supaya blankspot bisa terkurangi," tegasnya.
Ia berharap pemerataan akses internet dapat tuntas di tahun 2026. Terlebih Diskominfo Kabupaten Malang bergeser ke pemerintahan digital.
"Harapan kami seluruh warga masyarakat bisa menikmati layanan internet itu. Supaya mengarahkan ke pemerintahan digital itu kan mau gak mau harus ada jaringan internet itu," katanya saat menghadiri pelaksanaan UKW PWI Malang Raya. (*)
