KETIK, MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso Malang mengimbau masyarakat di Malang Raya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Diperkirakan, kondisi anomali ini masih berlangsung hingga awal April 2026.
Prakirawan BMKG Karangploso Malang, Linda Fitrotul, mengatakan, kondisi cuaca ekstrem berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir. Sehingga, masyarakat diminta untuk mewaspadai perubahan cuaca secara mendadak dan tidak menentu.
"Dampak dari kondisi cuaca ekstrem, berisiko terhadap keselamatan. Ini karena momen puncak musim hujan dan adanya anomali di atmosfer," jelasnya, Rabu, 1 April 2026.
Diketahui, kondisi cuaca ekstrem menyebabkan banjir dan pohon tumbang yang terjadi di Kota Malang dan Kota Batu pada Senin, 30 Maret lalu. Selain itu, risiko tersebut juga mengancam pengguna jalan karena menurunkan jarak pandang serta membuat kondisi jalan menjadi licin.
BMKG pun menyebut kondisi cuaca ekstrem diprediksi akan berlangsung hingga 4 April 2026. Wilayah Malang Raya meliputi Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang termasuk salah satu wilayah yang terdampak.
"Kondisi ini dipicu oleh sejumlah anomali seperti gangguan gelombang Rossby dan Kelvin, suhu muka laut yang hangat di wilayah perairan sekitar, serta pengaruh tidak langsung siklon tropis di Samudera Hindia. Faktor-faktor ini menyebabkan atmosfer menjadi lebih labil dan mendukung pertumbuhan awan hujan," bebernya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk rutin memantau perkembangan informasi cuaca lewat kanal resmi baik melalui situs web, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial resmi.
"Langkah ini penting, agar masyarakat dapat melakukan antisipasi dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi," pungkasnya. (*)
