BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Cilacap Lebih Kering, Puncak Terjadi Agustus

25 Maret 2026 07:17 25 Mar 2026 07:17

Thumbnail BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Cilacap Lebih Kering, Puncak Terjadi Agustus

Cuaca panas terik di Kabupaten Cilacap. (Foto: Nani Eko/ketik.com)

KETIK, CILACAP – Cuaca di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Maret hingga April 2026 diprediksi memasuki masa peralihan atau pancaroba menuju musim kemarau. Kondisi ini ditandai dengan suhu udara yang mulai meningkat serta kelembapan yang masih tinggi.

Suhu harian rata-rata berkisar antara 25–31°C. Pada siang hari, suhu bahkan berpotensi mencapai 32–33°C. Meski demikian, hujan ringan masih berpeluang terjadi, namun dengan frekuensi yang semakin berkurang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Teguh Widodo, saat ditemui pada Selasa (24/3/2026).

Kabupaten Cilacap diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada pertengahan Mei 2026. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal kemarau terjadi pada dasarian kedua Mei atau sekitar 11–20 Mei 2026.

"Musim kemarau tahun ini perkiraan sekitar 14 hingga 18 dasarian atau sekitar 140 hingga 180 hari," ungkap Teguh.

Sejumlah wilayah di Cilacap diperkirakan mengalami musim kemarau lebih awal, terutama di kawasan pesisir tenggara seperti Binangun dan Nusawungu, yakni pada dasarian I Mei.

"Puncaknya perkiraan bulan Agustus 2026 dan tahun ini diperkirakan berada di bawah normal," ungkap Teguh.

"Artinya curah hujan lebih rendah dibanding kondisi normal, sehingga perlu diantisipasi sejak dini, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan kekeringan," lanjutnya.

Teguh menambahkan, selama musim kemarau suhu udara diperkirakan meningkat, dengan potensi suhu maksimum normal mencapai di atas 32–33°C. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026.

Pemerintah daerah diimbau segera melakukan langkah antisipasi, khususnya di wilayah rawan kekurangan air. Upaya yang perlu dilakukan antara lain penghematan penggunaan air dan kesiapan menghadapi potensi kekeringan saat puncak kemarau.

"Sebelum musim kemarau, bulan April-Mei, wilayah Cilacap dan sekitarnya mengalami masa peralihan atau pancaroba," terang Teguh.

Masyarakat diminta tetap waspada pada periode tersebut. Pasalnya, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, seperti hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, termasuk kemungkinan munculnya angin puting beliung. (*)

Tombol Google News

Tags:

Cilacap BMKG Prakiraan cuaca pancoraba Musim Kemarau