KETIK, KEDIRI – Anggota Komisi VI DPR-RI M.Sarmuji mengingatkan masyarakat agar semakin waspada terhadap berbagai bentuk informasi bohong atau hoaks yang kian marak ditengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Pesan itu ia sampaikan saat menggelar kegiatan Sosialisasi Literasi Media Digital dan Identifikasi Haoks Diera Komunikasi Digital di Kantor DPD Golkar Kabupaten Kediri, Selasa, 9 Desember sore.
Menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Sarmuji menegaskan tentang pentingnya literasi digital sebagai bentuk filterisasi untuk menyaring informasi yang berkembang di media sosial ditengah perkembangan AI.
Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, namun disisi lain juga menimbulkan tantangan yaitu maraknya informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
“Era digital ini luar biasa manfaatnya, tapi bisa juga sangat berbahaya jika kita tidak punya bekal literasi yang cukup,” kata Sarmuji di Kantor DPD Golkar Kabupaten Kediri Jalan Pamenang nomor 58 A.
Lewat kegiatan sosialisasi itu, Sekjen DPP Partai Golkar itu berharap semakin meningkat literasi masyarakat sehingga dapat mencegah termakan berita hoaks maupun terlibat menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya.
Sebab, hoaks memiliki dampak merugikan masyarakat luas. Ia mencontohkan adanya konten-konten provokatif berseliweran dalam peristiwa demonstrasi beberapa waktu lalu yang menimbulkan banyak dampak merugikan.
“Kadang yang viral belum tentu benar. Hoaks bisa mempengaruhi opini publik dan tentunya memberikan dampak merugikan. Untuk itu kami mengajak masyarakat meningkatkan literasi digital sehingga terhindar dari hoaks. Saring sebelum sharing,” imbuhnya.
Dengan peningkatan literasi digital itu, Sarmuji berharap masyarakat semakin bijak menggunakan media sosial. Dengan pemanfaatan yang tepat, kemajuan teknologi bisa memberikan dampak positif, salah satunya adalah meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Banyak UMKM-UMKM yang berkembang pesat dengan pemanfaatan digital secara bijak. Saya ada contoh seorang pengusaha bakso, awalnya hanya memproduksi sekitar 8 kilogram setiap harinya. Namun ketika merambah ke digital, bisa memproduksi hingga 80 kilogram dan masih banyak contoh lainnya,” pungkasnya.
Selain sosialisasi, dalam kegiatan itu Sarmuji turut menyerahkan bantuan Program P3-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi) kepada 13 himpunan petani pemakai air (HIPPA) di Kabupaten Kediri. Serta pemberian CSR kepada 24 Pokmas, Karang Taruna, Perkumpulan Pemuda, yayasan hingga madrasah.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, M. Hadi Setiawan menyebut, bantuan itu merupakan wujud kepedulian Golkar kepada masyarakat. Dalam kesempatan itu, Cak Hadi sapaan akrabnya juga menegaskan bahwa kantor DPD Golkar Kabupaten Kediri sebagai rumah rakyat sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan positif.
“Gedung ini untuk rakyat, bukan hanya kader Golkar. Silakan dipakai untuk kegiatan kemasyarakatan yang bermanfaat. Kalau ada masyarakat yang punya hajat, atau acara lainnya silakan digunakan,” tambah Cak Hadi.(*)
