KETIK, BREBES – Warga Kabupaten Brebes dihebohkan dengan adanya kasus suspek campak yang meningkat drastis. Kepala Dinas Kesehatan Brebes, dr Heru Padmonobo, mengungkapkan bahwa sebanyak 202 orang terindikasi suspek campak.
Dari jumlah tersebut, 4 diantaranya dinyatakan positif setelah pemeriksaan laboratorium. Mereka dicurigai sebagai penderita campak dengan gejala panas, ruam ruam merah, batuk pilek, nyeri tulang dan nyeri badan.
"Per hari ini, ada penambahan 5 kasus suspek campak, sehingga total menjadi 202 orang. Dari 5 sampel darah yang diperiksa, 4 dinyatakan reaktif atau positif terkena campak," ujar Heru, Rabu, 1 April 2026.
Keempat kasus positif tersebut berasal dari Kecamatan Salem, Desa Bentar dan Salem. Heru menjelaskan bahwa peningkatan kasus suspek campak tidak hanya terjadi di Brebes, tapi juga di seluruh Indonesia.
Untuk mencegah penyebaran, Dinkes Brebes telah menginstruksikan para kepala puskesmas dan rumah sakit untuk melindungi tenaga kesehatan (nakes) dengan SOP yang ketat.
"Untuk internal kita sendiri, kami sudah mengintruksikan para direktur dan kepala puskesmas untuk melindungi nakes, status kesehatan nakes dengan SOP nya agar dalam penanganan juga terlindungi," pungkas Heru. (*)
