KETIK, BANDUNG – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb membuka Kejuaraan Cabang Olahraga Domino (Orado) Tingkat Kabupaten Bandung di Gymnasium Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (28/3/2026). Kejurda ini jadi momentum awal dalam memperkenalkan sekaligus mengembangkan olahraga domino secara lebih terstruktur di Kabupaten Bandung.
Wabup Bandung menegaskan kejuaraan ini merupakan langkah strategis untuk mengenalkan Orado kepada masyarakat luas. Wabup menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa domino telah berkembang menjadi olahraga yang memiliki aturan, strategi, dan nilai kompetitif.
“Langkah pertama kita adalah mengenalkan dulu olahraga domino ini kepada masyarakat. Jangan sampai orang hanya tahu namanya, tapi tidak paham seperti apa permainannya,” kata Wabup Ali Syakieb.
Menurutnya, domino memiliki keunggulan karena mudah dimainkan oleh semua kalangan serta tidak memerlukan biaya besar, sehingga berpotensi besar mendorong partisipasi masyarakat.
“Permainan ini sederhana, murah, dan bisa dimainkan oleh siapa saja. Tapi dalam ORADO, yang dilatih bukan hanya kemampuan individu, melainkan juga kerja sama tim dan strategi,” kata Ali Syakieb.
Ali juga mendorong pembinaan Orado dilakukan secara berjenjang hingga tingkat kecamatan dan desa. Dengan cakupan 31 kecamatan, 270 desa, dan 10 kelurahan di Kabupaten Bandung, ia optimistis olahraga ini dapat berkembang pesat.
“Ke depan, kita bisa dorong kompetisi rutin, baik dua bulan sekali, tiga bulan sekali, atau enam bulan sekali. Bahkan bisa dibuat piala bergilir di tingkat kecamatan dan desa,” ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan, Ali juga memberikan tambahan meja pertandingan dan tambahan hadiah sebesar Rp5 juta bagi para pemenang kejuaraan.
Ketua Orado Kabupaten Bandung, Budiawan Mufti menyampaikan kejuaraan ini merupakan yang pertama digelar sejak organisasi tersebut dideklarasikan pada 7 Januari 2026. Budi menyebut antusiasme peserta cukup tinggi meski masih dalam tahap awal pembinaan.
“Dari 31 kecamatan, saat ini sudah ada 17 kecamatan yang berpartisipasi dan rata-rata mengirimkan dua atlet. Ini menjadi awal yang baik untuk pengembangan Orado di Kabupaten Bandung,” jelasnya.
Budi menegaskan, Orado hadir untuk mengubah stigma negatif permainan domino menjadi olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas, kecerdasan, dan integritas.
“Kita ingin menunjukkan bahwa pemain domino adalah pemain yang cerdas dan beradab. Menang dan kalah adalah hal biasa, tetapi integritas adalah yang utama,” tandasnya.
Dukungan juga datang dari Ketua Bidang Humas PB Orado Pusat, Jhon yang turut hadir pada pertandingan tersebut. Jhon berterima kasih kepada pengurus Orado Kabupaten Bandung atas terselenggaranya pertandingan Orado pertama di Kabupaten Bandung.
"Permainan ini juga memiliki dampak positif karena dapat menjadi alternatif aktivitas positif bagi anak-anak muda kita agar tidak kecanduan gawai dan mempererat silaturahmi," jelas Jhon.
Ke depan, Orado Kabupaten Bandung akan mendorong pembentukan klub domino di setiap kecamatan sebagai bagian dari sistem pembinaan atlet yang lebih terarah, termasuk untuk menghadapi kejuaraan tingkat provinsi hingga nasional.
Melalui kejuaraan ini, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap Orado dapat berkembang menjadi cabang olahraga unggulan sekaligus menjadi wadah positif bagi masyarakat dalam menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga.(*)
