KETIK, MALANG – Menjelang Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Malang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan adanya potensi dinamika cuaca di wilayah Jawa Timur pada Sabtu sore, 7 Februari 2026.
Informasi ini menjadi panduan penting bagi ratusan ribu jemaah agar dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih nyaman dan terjaga.
Berdasarkan informasi grafis resmi dari BMKG, berikut adalah detail kondisi cuaca yang perlu diwaspadai:
- Masa Berlaku Peringatan: Peringatan dini ini berlaku mulai pukul 15:50 hingga 18:50 WIB.
- Potensi Cuaca: Terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai dengan kilat/petir dan angin kencang.
- Status Wilayah Malang: Berdasarkan peta peringatan, wilayah Malang masuk dalam kategori "Wilayah Potensi Meluas" (ditandai dengan warna kuning), yang berarti cuaca ekstrem dapat sewaktu-waktu mencakup area lebih luas di sekitar kota dan kabupaten.
Demi kelancaran agenda akbar Stadion Gajayana dan sekitarnya, masyarakat serta peserta Mujahadah Kubro diharapkan memperhatikan langkah-langkah antisipasi berikut:
- Persiapkan Mantel Hujan: Mengingat potensi hujan yang cukup awet hingga malam hari, jemaah disarankan segera menyiapkan jas hujan agar tetap dapat mengikuti rangkaian acara dengan khidmat.
- Waspadai Struktur Tinggi: Jika terjadi angin kencang atau petir, hindari berlindung di dekat pohon besar, papan reklame, atau struktur bangunan yang berisiko roboh.
- Akses Kanal Informasi: Tetap tenang dan terus pantau perkembangan cuaca terkini melalui situs www.bmkg.go.id atau akun resmi @infoBMKG.
- Utamakan Keselamatan: Kondisi jalan yang basah cenderung licin. Jemaah diharapkan berhati-hati saat melangkah di area stadion yang padat untuk menghindari risiko tergelincir.(*)
