KETIK, MALANG – Menyambut gelaran Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), tim Sahabat Cak Udin (SCU) mendirikan posko pelayanan di Jalan Pahlawan Trip, Kota Malang. Langkah ini diambil untuk mendukung kenyamanan ribuan jemaah yang memadati Stadion Gajayana pada Sabtu dan Minggu, 7–8 Februari 2026.
Pendirian posko ini merupakan wujud komitmen Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), M. Hasanuddin Wahid (Cak Udin), dalam memposisikan Nahdliyin sebagai pilar penting kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tim SCU menyediakan berbagai fasilitas gratis, mulai dari posko kesehatan, makanan ringan, hingga kopi bagi para jemaah. Guna mengantisipasi kondisi darurat, tiga unit ambulans juga disiagakan untuk mobilisasi cepat di lapangan.
Sebanyak lebih dari 20 personel dikerahkan untuk bersiaga penuh, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan Mujahadah Kubro pada malam hari, hingga penutupan acara esok hari.
"Ini sebagai bentuk dari kita Nahdliyin, khususnya Cak Udin (M. Hasanuddin Wahid) yang selalu mengedepankan bagaimana kaum Nahdliyin menjadi satu bagian penting dari kehidupan bernegara dan berbangsa," ujar Saiful Rohman, perwakilan tim Sahabat Cak Udin, saat ditemui di lokasi posko, Sabtu, 7 Februari 2026).
Sebelumnya, Cak Udin telah menginstruksikan seluruh kader dan simpatisan PKB untuk menyukseskan perayaan akbar yang diperkirakan dihadiri 105 ribu jemaah tersebut. Bagi anggota DPR RI Dapil Malang Raya ini, kehadiran kader adalah bentuk rasa syukur atas perjalanan satu abad NU.
“Ini bukan soal politik, ini soal khidmah. NU sudah 100 tahun menjaga agama dan bangsa, masa kita tidak hadir untuk ikut berdoa bersama,” tegas Cak Udin di Malang.
Ia juga menekankan agar kader PKB hadir dengan semangat melayani, bukan sekadar meramaikan.
“Saya minta kader PKB hadir dengan tertib, sopan, dan membantu jemaah. Kita datang bukan cuma meramaikan, tapi melayani. Bantu yang tua, bantu yang lelah, jaga kebersihan,” tambahnya.
Menurutnya, keterlibatan aktif ini adalah cerminan jati diri PKB yang lahir dari rahim NU.
“PKB ini lahir dari NU. Jadi kalau NU punya hajat besar seperti 1 Abad, ya sudah sewajarnya PKB ikut ngopeni. Mulai dari kopi, makanan, sampai cek kesehatan, itu semua bagian dari khidmah,” pungkas Cak Udin.
Selain posko kesehatan dan logistik, PKB Malang Raya juga menerjunkan kekuatan penuh untuk menjaga kenyamanan publik melalui:
- Pasukan Kebersihan: Melibatkan seluruh DPAC, pasukan Panji Bangsa, dan Garda Bangsa untuk menjaga kebersihan area Stadion Gajayana.
- Layanan Logistik: Penyediaan posko kopi gratis serta distribusi makanan instan dan roti bagi jemaah.
- Layanan Kesehatan: Pemeriksaan kesehatan gratis dan penempatan ambulans di titik-titik sentral. (*)
