KETIK, MALANG – Puncak peringatan Harlah 1 Abad NU yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang memberikan dampak signifikan terhadap sektor perhotelan.
Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, mengungkapkan bahwa tingkat okupansi hotel pada Sabtu, 7 Februari 2026, mencapai 60-80 persen. Hl ini, seiring membeludaknya jemaah dan tamu dari berbagai daerah untuk menghadiri acara tersebut.
Dari data PHRI, terdapat sembilan hotel anggota PHRI fully booked pada tanggal 7 Februari 2026. Hotel-hotel tersebut berada di sekitar Stadion Gajayana Malang.
Tak hanya itu, beberapa hotel lain juga terkena imbasnya meski tak berada dekat dengan Stadion Gajayana.
Lebih lanjut, Agoes Basoeki mengimbau hotel-hotel agar tidak aji mumpung dengan menaikkan harga kamar. Ia justru meminta agar hotel memberikan special rate bagi jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU. Hal ini dikarenakan menjadi kesempatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada tamu.
"Dari PHRI meminta kepada anggota untuk memberikan special rate untuk jemaah, bisa 30% atau bisa jadi 50% tegantung mampunya hotel," ujarnya.
"Saya menyampaikan jangan menjual harga tinggi karena kesempatan weekend, kita minta untuk memberikan harga sama atau kalau bisa lebih murah, jangan menaikkan harga, kami juga meminta untuk bisa melayani dengan baik," tambahnya.
Tak hanya itu, Agoes Basoeki juga mengungkapkan bahwa dari PHRI ada 7 hotel yang telah menyiapkan voucher free menginap untuk petinggi NU agar anggota-anggotanya juga bisa menginap di hotel tersebut, salah satunya adalah di The Shalimar Boutique Hotel Malang.
"PHRI Kota Malang memberikan 7 voucher free menginap di berbagai hotel untuk petinggi NU, salah satunya di The Shalimar Boutique Hotel Malang," ungkapnya.
Selain itu, sebagai bentuk dukungan, beberapa hotel dan restoran bisa memasang banner selamat datang di depan hotel atau restoran sebagai bentuk sambutan kepada para jemaah.
"Kami meminta kepada anggota PHRI untuk melayani dengan baik, hotel yang ketempatan jemaah bisa memasang banner selamat datang," kata Agoes Basoeki.(*)
