KETIK, PEKALONGAN – Seorang pelajar berusia 15 tahun menjadi korban tawuran antar kelompok di wilayah Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.
Korban berinisial ABK, warga Desa Sumublor, mengalami luka robek di bagian belakang kepala dan punggung akibat sabetan senjata tajam. Ia dilarikan ke RSUD Kraton untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad Yusuf melalui Kasubsi Penmas Sihumas Ipda Warsito mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu, 22 Februari 2026 sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Desa Tegalsuruh-Bulaksari (Jalan Sogo), Desa Sumublor, Kecamatan Sragi.
"Polsek Sragi Polres Pekalongan menerima laporan peristiwa perkelahian atau tawuran antar kelompok pemuda dan anak-anak yang menimbulkan korban luka. Kejadian terjadi di Jalan Desa Tegalsuruh-Bulaksari, wilayah Desa Sumublor, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan," jelas Ipda Warsito dalam keterangannya, Senin, 23 Februari 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tawuran bermula sekitar pukul 01.30 WIB saat korban bersama teman-temannya berkumpul dan merencanakan aksi perang sarung dengan kelompok lain. Kedua kelompok sebelumnya telah sepakat bertemu di lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, kelompok korban menunggu kedatangan lawan. Tak lama kemudian, sekitar 20 orang dari kelompok lawan datang menggunakan sepeda motor dan diduga membawa senjata tajam jenis parang, arit, dan clurit.
Bentrok pun terjadi. Kelompok korban terdesak dan sebagian melarikan diri. Dalam situasi tersebut, ABK mengalami luka akibat sabetan senjata tajam yang diduga dilakukan salah satu lawannya.
"Korban sempat melarikan diri dan kemudian ditolong warga sekitar sebelum dibawa berobat ke RSUD Kraton untuk mendapatkan penanganan medis," tambahnya.
Polisi mengamankan barang bukti berupa satu potong kaos warna merah dan satu celana pendek boxer warna krem yang terdapat bercak darah.
Dua orang telah teridentifikasi sebagai terduga pelaku, yakni AR (25), warga Desa Bulakpelem, Sragi, dan ATA (19), warga Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang. Keduanya diduga terlibat dalam aksi tawuran tersebut.
Saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mendalami peran masing-masing pihak, termasuk asal-usul senjata tajam yang digunakan.
Polisi juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya pada malam hingga dini hari, guna mencegah kejadian serupa terulang.(*)
