KETIK, MALANG – Kesiapan pelaksanaan kegiatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang bakal digelar di tanggal 7 - 8 Februari 2026 di Stadion Gajayana Kota Malang terus dimatangkan.
Diperkirakan, sebanyak 100 ribu jemaah dari berbagai kota maupun kabupaten di Jawa Timur akan datang ke kegiatan tersebut.
Untuk mengamankan jalannya kegiatan Harlah Satu Abad NU tersebut, Polresta Malang Kota akan mendirikan delapan pos. Seluruh pos akan diletakkkan di beberapa titik ruas jalan yang menjadi jalur utama kedatangan jemaah.
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli, mengatakan, delapan pos itu terdiri dari 7 pos pengamanan dan satu pos pelayanan.
"Untuk pos pengamanan, kami dirikan di Simpang Tiga Es Talun (pertigaan Jalan Kawi - Jalan Arif Rahman Hakim), Depan Gedung DPRD Kota Malang, pertigaan Jalan Bromo - Jalan Semeru, Jalan Simpang Balapan, pertigaan Jalan Besar Ijen - Jalan Semeru atau tepatnya depan Perpustakaan Kota Malang, Simpang Malang Creative Center (MCC) (pertigaan Jalan Ahmad Yani - Jalan L.A Sucipto) dan pintu timur Stadion Gajayana," jelasnya, Rabu, 4 Februari 2026.
Sedangkan untuk pos pelayanan, diletakkan di sisi barat Stadion Gajayana. Fungsinya cukup vital, yaitu juga menjadi pos sentral informasi.
"Tiap posnya diisi oleh 30 personel gabungan baik dari TNI - Polisi, relawan, hingga tim medis. Seperti di pos pengamanan Simpang MCC, penanggung jawabnya adalah Kapolsek Blimbing dan bertanggung jawab terhadap jalur mulai Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Semeru," bebernya.
Selain itu, apabila ada jemaah yang tersesat atau ketinggalan rombongan, maka bisa langsung bertanya ke petugas yang berjaga di pos pengamanan maupun pos pelayanan.
Kemudian, terkait antisipasi kedatangan Presiden Prabowo dalam kegiatan Harlah Satu Abad NU tersebut, maka Polresta Malang Kota juga telah menyiapkan pengamanan tambahan. Yaitu, mengerahkan perbantuan personel dari Brimob dan Dit Samapta Polda Jatim.
"Kami libatkan personel dari Brimob sebanyak satu SSK (Satuan Setingkat Kompi) dan personel dari Dit Samapta Polda Jatim. Termasuk, kami juga telah menyiapkan jalur evakuasinya," terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kompol Wiwin Rusli juga mengungkapkan, bahwa ada 12 ruas jalan yang ditutup selama pelaksanaan kegiatan Harlah Satu Abad NU. Yaitu Jalan Besar ljen, Jalan Retawu, Jalan Wilis, Jalan Pahlawan Trip, Jalan Semeru, Jalan Lawu, Jalan Welirang, Jalan Merapi, Jalan Taman Slamet, Jalan Sumbing, Jalan Guntur dan Jalan Buring.
"Penutupan dilakukan mulai Sabtu, 7 Februari 2026 pukul 12.00 WIB dan sudah harus steril dari kendaraan," tandasnya. (*)
