KETIK, ACEH TAMIANG – Air mata Tri Rismaharini, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), pecah saat melihat langsung kondisi memilukan warga terdampak banjir di salah satu desa terparah di Aceh Tamiang.
Dalam kunjungan kemanusiaan itu, Risma tak mampu menahan haru ketika mendengar cerita para ibu-ibu yang selama berhari-hari bertahan hidup tanpa bantuan layak.
Warga bercerita, saat banjir menerjang, mereka terpaksa menyelamatkan diri dengan berdiri di atas atap rumah dan sebagian bertahan di dalam meunasah (surau). Tanpa makanan, tanpa air bersih, dan tanpa pertolongan. Bahkan bayi, balita, dan anak-anak hanya minum air bercampur lumpur karena tak ada pilihan lain.
Beberapa warga dilaporkan meninggal dunia terseret arus. Ironisnya, hingga kini masih ada korban yang belum ditemukan.
Di tengah suasana itu, sejumlah ibu-ibu berlari mendekati Risma, memeluknya sambil menangis, meminta pembalut, pakaian kering, dan obat-obatan. Mereka sudah kehabisan tenaga, kesabaran, dan harapan.
Risma, dengan suara bergetar, berulang kali mengusap air matanya. Ia tak mampu menyaksikan kesedihan dan kepedihan yang dialami warga korban banjir.
“Saya tidak sanggup melihat warga bahkan bayi harus minum air berlumpur. Tidak ada manusia yang seharusnya hidup dalam keadaan seperti ini,” ucapnya lirih, Jumat, 5 Desember 2025.
Kesedihan itu semakin terasa ketika warga mengungkapkan bahwa hingga saat itu, belum ada pejabat daerah yang datang ke desa mereka untuk melihat situasi secara langsung ataupun membawa bantuan.
Bagi banyak orang yang menyaksikan momen tersebut, air mata Risma bukan hanya bentuk empati, tetapi juga jeritan hati melihat sesama manusia terabaikan di tengah bencana.
Kedatangan Risma di tengah masyarakat korban banjir bukanlah menjadi dokumentasi penderitaan, tetapi awal dari gerak cepat PDI Perjuangan bersama Ketua PDI Perjuangan Aceh, Jamaluddin Idham untuk menyelamatkan warga yang masih berjuang melawan rasa lapar, sakit, dan trauma.
Aceh belum pulih, tapi harapan itu mulai bergerak. PDI Perjuangan akan menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat korban banjir Aceh untuk pulih seperti sediakala. (*)
