KETIK, NAGAN RAYA – Suasana hangat Hari Raya Idulfitri yang seharusnya dipenuhi tawa dan kebersamaan, mendadak berubah menjadi pilu bagi Ali Akbar (69). Di usianya yang senja, ia harus menghadapi kenyataan pahit: atap rumahnya roboh diterjang angin kencang, menyisakan luka dan duka di tengah hari kemenangan.
Namun, di balik puing-puing yang berserakan, secercah harapan hadir. Tangis haru Ali Akbar pun pecah saat Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan atau yang akrab disapa TRK, melangkahkan kaki ke halaman rumahnya di Gampong Keude Seumot, Kecamatan Beutong, Sabtu (21/3/2026).
Peristiwa nahas itu sendiri terjadi sehari sebelumnya, Jumat (20/3/2025), ketika angin kencang tiba-tiba menerjang dan merobohkan atap rumah yang telah lama menjadi tempat berteduh bagi Ali Akbar dan keluarganya. Dalam sekejap, suasana Lebaran yang semestinya penuh suka cita berubah menjadi ujian berat.
Dengan wajah penuh empati, TRK menyapa langsung korban, menyalami, dan mendengarkan kisah pilu yang dialami. Di momen itulah, air mata Ali Akbar tak terbendung—bukan hanya karena kehilangan, tetapi juga karena merasa tidak sendiri menghadapi cobaan.
Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat pemerintah daerah, TRK menyerahkan bantuan masa panik berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan harian. Bantuan tersebut meliputi paket sembako, kasur lipat, peralatan dapur, tikar, pakaian, perlengkapan salat, beras, ikan kaleng, susu, air mineral, minyak makan, hingga selimut dan perlengkapan keluarga lainnya.
“Kami tidak ingin masyarakat berlama-lama dalam kesulitan. Saya telah menginstruksikan dinas terkait agar segera melakukan penanganan dan perbaikan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan,” tegas TRK di lokasi.
Ia juga menguatkan hati para korban dengan pesan penuh makna, mengajak mereka untuk tetap tabah menghadapi ujian.
“Ini merupakan ujian dari Allah SWT. Kami berharap masyarakat tetap bersabar. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya hadir untuk meringankan beban saudara-saudara kita,” ujarnya.
Tak hanya Ali Akbar, TRK juga menyambangi rumah Nuraini (50), warga Kabu Tunong, Kecamatan Seunagan Timur, yang turut terdampak bencana serupa. Kehadiran orang nomor satu di Nagan Raya itu disambut haru oleh warga, yang merasa diperhatikan di tengah musibah yang menimpa.
Kunjungan tersebut turut didampingi Plt Sekda Ir. H. Hizbulwatan, sejumlah kepala SKPK, camat, keuchik gampong, serta jajaran terkait.
Di tengah reruntuhan dan duka, kehadiran pemerintah menjadi penguat bahwa harapan masih ada. Bagi Ali Akbar, kunjungan itu bukan sekadar bantuan—melainkan pelipur lara di Hari Raya yang tak akan pernah ia lupakan. (*)
