KETIK, SURABAYA – Kembalinya ajang balap motor paling bergengsi dunia, MotoGP, ke Brasil setelah absen dua dekade harus diwarnai drama mencekam. Sesi Sprint Race di Autodromo Internacional de Goiânia – Ayrton Senna, Sabtu (21/3/2026), terpaksa mundur hingga 1 jam 20 menit akibat munculnya lubang runtuhan (sinkhole) sedalam pinggang orang dewasa di lintasan lurus utama.
Lubang "misterius" tersebut ditemukan sesaat setelah kualifikasi kelas utama usai. Akibatnya, jadwal kualifikasi kelas Moto2 dan Moto3 berantakan, sementara petugas sirkuit berpacu dengan waktu melakukan perbaikan darurat.
Perbaikan Darurat di Tengah Lintasan
Proses evakuasi lintasan berlangsung dramatis. Petugas harus memotong persegi panjang besar aspal berukuran 2 m x 1 m menggunakan alat pemotong cakram. Alat berat kemudian dikerahkan untuk mengurug lubang tersebut dengan kerikil sebelum ditutup kembali.
Kepastian gelaran Sprint Race sempat terombang-ambing. Semula, balapan dijadwalkan start pukul 15.00 waktu setempat, namun jadwal terus direvisi mulai dari pukul 15.20, 15.35, hingga akhirnya benar-benar dimulai pada 16.20 (02.20 WIB).
Lubang yang muncul di lintasan lurus Sirkuit Autodromo Internacional de Goiânia – Ayrton Senna, setelah diperbaiki, Sabtu (21/3/2026). (Foto: Gold & Goose/Crash.net)
"Akibat hujan lebat beberapa hari terakhir, terjadi cekungan di permukaan lintasan yang disebabkan oleh pergerakan tanah," ungkap Tome Alfonso, Petugas Keselamatan FIM MotoGP.
Meski begitu, ia memastikan posisi kerusakan berada di luar racing line (jalur balap utama).
Kualifikasi Moto2 dan Moto3 "Tumbal" Jadwal
Imbas dari molornya perbaikan ini, sesi kualifikasi untuk kelas Moto2 dan Moto3 terpaksa dibatalkan pada hari Sabtu karena pertimbangan cahaya matahari yang mulai meredup. Sesi kualifikasi Moto2 pun resmi dipindahkan ke Minggu pagi, tepat sebelum sesi pemanasan (Warm Up) MotoGP dimulai.
Tim VR46, yang menempatkan Fabio di Giannantonio di posisi pole, sempat menunjukkan kekhawatiran. Manajemen tim meminta para pembalapnya untuk melakukan pengecekan visual secara saksama pada area perbaikan aspal saat melakukan sighting lap menuju garis start.
Kejadian ini menjadi pukulan telak bagi penyelenggara. Pasalnya, GP Brasil tahun ini merupakan momen bersejarah sebagai balapan pertama di negeri Samba sejak 2004, sekaligus kembalinya balapan internasional ke Goiania sejak 1989. Cuaca ekstrem memang menjadi musuh utama sejak sesi latihan hari Jumat yang juga sempat terganggu hujan deras. (*)
