Tak Pernah Bercita-cita Jadi Dai, Ustaz Irwan Budiana Kini Tak Berhenti Berdakwah di Balikpapan

18 Maret 2026 16:00 18 Mar 2026 16:00

Thumbnail Tak Pernah Bercita-cita Jadi Dai, Ustaz Irwan Budiana Kini Tak Berhenti Berdakwah di Balikpapan

Irwan Budiana saat menyampaikan kajian keagamaan di Kota Balikpapan. (Foto: Irwan Budiana for ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Ramadan selalu menjadi waktu yang padat bagi Irwan Budiana. Dai yang aktif di Kota Balikpapan ini rutin mengisi ceramah, kajian hingga khutbah di berbagai masjid. Selain berdakwah di tengah masyarakat, dai yang akrab disapa Ustaz Irwan tersebut juga menjalani aktivitas sebagai pengelola pendidikan di salah satu pondok pesantren di salah satu kota d Provinsi Kalimantan Tmur.

Ustaz Irwan Budiana dikenal aktif di bidang pendidikan dan dakwah di Kota Balikpapan. Saat ini ia menjadi salah satu pimpinan di pondok pesantren di Balikpapan, yaitu Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat. Di pesantren tersebut, ia bertanggung jawab pada bidang pendidikan sekaligus membina para santri.

Selain aktif di lingkungan pesantren, Irwan juga mendapat amanah sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan di bidang remaja perempuan dan keluarga. Aktivitasnya sehari-hari banyak diisi dengan kegiatan pembinaan jamaah, mengajar Al-Quran serta memberikan ceramah di berbagai masjid.

Irwan Budiana berasal dari Desa Katol Timur, Kabupaten Bangkalan, Madura. Perjalanan pendidikannya dimulai dari sekolah dasar dan Madrasah Diniyah di daerah asalnya. Ia juga menempuh pendidikan Madrasah Tsanawiyah di salah satu pesantren di Bangkalan, yaitu Pondok Pesantren Nurul Soleh.

Setelah menyelesaikan pendidikan setingkat SMP atau MTs, Irwan melanjutkan pendidikan ke Kota Sampang. Ia belajar di MA Darul Faizin sekaligus memperdalam ilmu agama kepada sejumlah ulama di daerah tersebut.

Beberapa ulama yang menjadi guru bagi Irwan antara lain KH Abdul Wahid, KH Ibnul Hajat, Ustaz Abdul Rafiq dan Kiai Imam Duhasib. Perjalanan pendidikan Irwan kemudian berlanjut ke Kota Surabaya. Ia melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Nur Hakim.

Kesempatan tersebut didapatkan melalui dukungan salah satu kerabat dari para gurunya, yaitu almarhum Kyai Ahmad Furqon Muntasir. Dari para guru itulah Irwan mendapatkan banyak pelajaran agama yang membentuk cara berpikir serta perjalanan hidupnya.

“Kelima guru inilah yang paling banyak memberikan pengaruh dalam membentuk pola kehidupan, pola pendidikan dan cara berpikir saya, terutama ketika akhirnya terjun di bidang dakwah dan pendidikan,” jelasnya.

Menariknya, Irwan mengaku sejak kecil tidak pernah bercita-cita menjadi dai ataupun pendidik. "Sebenarnya dari kecil tidak ada minat menjadi seorang kiai, guru ataupun ulama,” ujarnya.

Namun seiring waktu, ia justru merasa jalan hidupnya mengarah pada dunia pendidikan dan dakwah.

Menurut Irwan, perjalanan tersebut tidak lepas dari doa para guru serta orang-orang di sekitarnya. Dari sanalah ia mulai menemukan kenyamanan untuk mengabdikan diri di bidang pendidikan Islam.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Surabaya, Irwan memutuskan merantau ke Balikpapan. Di kota tersebut ia mulai meniti karir di dunia pendidikan pesantren.

Perjalanan karirnya dimulai sebagai guru biasa. Seiring waktu, ia dipercaya menjadi wali kelas, kemudian kepala sekolah hingga akhirnya memegang tanggung jawab di bidang pendidikan pesantren.

Selain mengajar, Irwan juga aktif berdakwah di tengah masyarakat. Ia rutin mengisi khutbah Jumat serta kajian keagamaan di berbagai masjid di Balikpapan. Aktivitas tersebut membuatnya semakin dikenal oleh masyarakat.

Melalui kiprahnya di dunia pendidikan, Irwan juga mengembangkan sejumlah program unggulan di Pondok Pesantren Hidayatullah. Beberapa program tersebut antara lain program takhassus, kaderisasi ulama serta penguatan sistem pendidikan pesantren.

Program-program tersebut kemudian menjadi salah satu contoh bagi beberapa pesantren lain dalam mengembangkan sistem pendidikan yang berkelanjutan.

Di tengah berbagai aktivitasnya, Irwan juga menghadapi banyak tantangan dalam perjalanan hidup. Sejak kecil ia harus menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan. Kondisi tersebut membuatnya harus berjuang lebih keras untuk melanjutkan pendidikan.

Pada masa sekolah, ia bahkan harus bekerja sambil belajar agar tetap dapat melanjutkan pendidikannya. Ia juga pernah berada pada titik dilema ketika harus memilih antara bekerja atau melanjutkan kuliah.

Namun, kesempatan akhirnya datang sehingga ia tetap dapat menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana.

Kini Irwan terus aktif membina masyarakat melalui berbagai kegiatan dakwah, baik secara langsung maupun melalui media daring. Banyak masyarakat yang kemudian mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di pesantren tempat ia mengajar.

Ke depan, Irwan berharap dapat terus mengembangkan pendidikan pesantren di Balikpapan. Ia juga memiliki rencana mendirikan tempat belajar khusus bagi anak-anak yang fokus pada penguasaan kitab-kitab turats sekaligus menjadi tempat kaderisasi ulama.

Bagi Irwan, dunia pendidikan dan dakwah adalah jalan pengabdian yang harus dijalani dengan penuh kesungguhan. Ia percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT menghendaki.

Melalui berbagai kegiatan yang dijalankan, Irwan berharap dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat serta ikut memperkuat pendidikan Islam di Kota Balikpapan. (*)

Tombol Google News

Tags:

pondok pesantren Dakwah ramadan jamaah Balikpapan Pendidikan lebaran