KETIK, SURABAYA – Masjid Diwek Jombang siap melayani pemudik 2026, setelah sebelumnya Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur dan Yayasan Demasindo Jawa Timur bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, meluncurkan program "Masjid Ramah Pemudik & Arus Balik".
Ketua DMI Jawa Timur, M. Sudjak menyampaikan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan terhadap para pemudik, sekaligus bagian dari memakmurkan masjid. Selain itu, program ini memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran perjalanan mudik dan arus balik.
"Masjid harus hadir sebagai tempat yang ramah, nyaman, dan terbuka bagi para musafir," katanya dalam keterangan resmi pada Rabu 18 Maret 2026.
Ia juga mengungkapkan, program ini dihadapkan dapat menggerakkan seluruh masjid agar memberikan pelayanan terbaik bagi pada pemudik.
DMI Jatim, melalui M. Sudjak memastikan, masjid-masjid di sepanjang jalur mudik dan arus balik didorong untuk menyediakan fasilitas pendukung, seperti tempat istirahat, air bersih, dan sanitasi yang memadai.
Selain itu, DMI Jatim juga mendorong masjid agar area parkir aman, penyediaan air minum gratis, informasi jalur mudik, dan pos layanan terdekat, serta layanan kesehatan sederhana (sesuai kemampuan masjid).
Masjid Diwek Jombang, merupakan masjid kedua yang diluncurkan DMI Jatim dalam program "Masjid Ramah Pemudik & Arus Balik". Sebelumnya pihaknya sudah meluncurkan program serupa di Probolinggo.
Sementara itu, DMI Jatim memilih Masjid Besar Diwek, Jombang sebagai lokasi program mudik karena dinilai posisinya yang strategis, yaitu di jalur yang dilalui pemudik.
Program “Masjid Ramah Pemudik & Arus Balik” ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi para pemudik, mengurangi kelelahan di perjalanan, serta memperkuat citra masjid sebagai pusat pelayanan umat yang inklusif dan solutif.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, DMI Jawa Timur optimis bahwa gerakan ini akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan mendukung kelancaran arus mudik serta arus balik secara aman dan lancar. (*)
