SPPG Harus Jadi Motor Ekonomi Baru, Bukan Sekadar Penyedia Makanan

27 Maret 2026 19:08 27 Mar 2026 19:08

Thumbnail SPPG Harus Jadi Motor Ekonomi Baru, Bukan Sekadar Penyedia Makanan

Launching SPPG Lajing Arosbaya, Bangkalan siap perkuat program makan bergizi, 27 Maret 2026. (Foto: Ismail Hs/Ketik.com)

KETIK, BANGKALAN – Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Bangkalan kembali mendapatkan energi baru menyusul peluncuran SPBG Lajing Arosbaya, yang bermitra dengan Yayasan Adirasa Mandiri Indonesia milik H. Kholifi Aziz.

Launching ini tidak hanya menandai kesiapan dapur dalam melayani ribuan penerima manfaat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ekonomi masyarakat melalui sinergi pangan lokal.

Ketua Umum DPP Ikama, H. Muhammad Rawi, yang hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa keberadaan SPPG bukan sekadar fasilitas penyedia makanan. Menurutnya, dapur gizi seharusnya menjadi mesin penggerak sektor ekonomi desa mulai dari petani, peternak, hingga pelaku usaha kecil di sekitarnya.

“Optimalisasi dapur jangan hanya dilihat dari kemampuannya memasak. Yang lebih penting adalah bagaimana program ini mampu menghidupkan sektor pertanian dan peternakan lokal. Kalau ini berjalan terpadu, manfaatnya akan jauh lebih besar,” ungkap Rawi.

Ia juga menitipkan pesan kepada seluruh pengelola dapur agar bekerja secara profesional. Hak murid dan penerima manfaat, kata Rawi, tidak boleh dikurangi dalam bentuk apa pun.

“Kinerja dapur harus dijaga. Kesalahan kecil bisa dimaafkan, tapi kalau berulang dan merugikan penerima manfaat, harus ada tindakan. Ini menyangkut hak mereka,” tegasnya. Jumat 27 Maret 2026.

Rawi turut menyerukan agar pemerintah daerah memberikan dukungan penuh kepada para investor dan pemilik dapur. Menurutnya, banyak dapur masih kesulitan mendapatkan modal untuk memenuhi standar operasional. Situasi yang tidak kondusif, tambahnya, dapat membuat investor ragu.

“Kalau suasananya gaduh, orang takut berinvestasi. Akibatnya masyarakat sendiri yang dirugikan karena distribusi makanan bergizi bisa tersendat,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik SPPG Lajing  Arosbaya, H. Kholifi Aziz, memastikan bahwa dapurnya siap bekerja penuh melayani 2.500 penerima manfaat. Pelayanan perdana akan dilaksanakan serentak pada 31 Maret.
“Untuk hari pertama, kami menyiapkan 1.500 porsi. Penerima manfaat berasal dari Desa Lajing dan Desa Tengket, dengan kategori balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebanyak 480 orang. Sisanya adalah siswa sekolah,” jelas Kholifi.

Ia menegaskan bahwa timnya siap dievaluasi kapan saja dan berkomitmen menjaga kualitas pelayanan.

“Kami siap bekerja dan siap dievaluasi total,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Bambang Mustika Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan yang sekaligus Ketua Satgas BGN Bangkalan. Dengan semakin banyaknya dapur yang kembali beroperasi serta dukungan dari berbagai pihak, Program Makan Bergizi di Bangkalan diharapkan mampu berjalan lebih optimal. Selain memperbaiki gizi masyarakat rentan, program ini juga digadang-gadang menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal melalui pemberdayaan petani dan pelaku usaha sekitar.

Peluncuran SPBG Lajing  Arosbaya menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga mitra, dan masyarakat dapat membuka ruang besar bagi peningkatan kesejahteraan di tingkat desa. (*)

Tombol Google News

Tags:

launching SPPG lajing arosbaya Bangkalan MBG Sampang mbg bangkalan