KETIK, JAKARTA – Dr. Halilul Khairi merupakan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Bengkulu yang dilantik sebagai nakhoda IPDN oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, pada Senin, 26 Mei 2025 lalu.
Bagi Halilul, dilantik sebagai Rektor IPDN merupakan penegasan perjalanan kariernya di dunia akademik. Sebelumnya, pria kelahiran 1 Januari 1970 ini memang banyak menghabiskan kariernya di dunia pendidikan.
Lahir dari keluarga guru, anak keempat dari sembilan bersaudara ini sudah akrab dengan dunia pendidikan sejak kecil.
Setelah lulus dari Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) pada 1992, Halilul sempat menjadi perwira wajib militer TNI Angkatan Darat.
Setelahnya, Halilul banyak berkarier di sektor birokrasi, mulai menjadi Camat Pembantu Pematang Tiga sampai menjadi Direktur Utama PDAM Bengkulu Utara.
Di sela kesibukannya di dunia birokrasi, Halilul melanjutkan pendidikannya. Pada 2002, ia menamatkan pendidikannya di Program Magister Administrasi Publik Universitas Gadjah Mada. Kemudian, pada 2009, ia menuntaskan studi di Program Doktor Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran, Bandung.
Pada 2012, Halilul kembali sepenuhnya ke dunia akademik. Ia diangkat menjadi dosen di IPDN. Kariernya terus melesat. Pada 2019, ia diangkat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IPDN.
Setahun berselang, Halilul mendapat amanah baru. Ia diangkat sebagai Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan IPDN. Terakhir, pada medio 2025, ia dipercaya menakhodai lembaga yang menyelenggarakan pendidikan tinggi kepamongprajaan dan menyiapkan kader pemerintahan dalam negeri tersebut.
Bagi Halilul, penunjukannya sebagai Rektor IPDN merupakan amanah yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Ia menegaskan siap membangun institusi tersebut menjadi lebih baik lagi.
"Ini adalah amanah besar. Saya siap mengabdi sepenuhnya untuk membangun IPDN menjadi lembaga yang mampu melahirkan pamong praja yang berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Halilul dalam sambutannya setelah pelantikan.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi IPDN menjadi pusat unggulan (center of excellence) dalam pendidikan pemerintahan, yang adaptif terhadap tantangan global dan dinamika nasional. (*)
