Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan di 3 Fase Kehidupan, Ini Kata Psikolog

29 Agustus 2025 17:05 29 Agt 2025 17:05

Thumbnail Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan di 3 Fase Kehidupan, Ini Kata Psikolog
Java Paragon menyelenggarakan even Power of Venus, membahas tiga fase kehidupan perempuan. (Foto: Humas Java Paragon Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Menjaga kesehatan mental, khususnya bagi seorang perempuan single pada usia 30 tahunan sangat penting. Terlebih pada era modern seperti saat ini, dimana banyak dinamika yang terjadi.

Untuk menjaga mental tetap terjaga, dibutuhkan peran seorang psikolog sebagai tempat curhat dan berkeluh kesah. Hadirnya psikolog diharapkan memberikan perspektif profesional dalam tiga fase kehidupan, yaitu saat single, dinamika pernikahan, hingga tantangan setelah bercerai.

Dilla Arum, seorang psikolog profesional membeberkan, kunci utama mengelola mental untuk perempuan adalah menemukan nilai dalam diri sendiri.

"Tanpa bergantung pada status pernikahan atau pandangan orang lain. Kami mendorong setiap peserta untuk melihat kehidupan mereka sebagai perjalanan yang penuh arti, bukan sekadar label," katanya.

Tekanan mental dalam kehidupan sosial itu dialami oleh Lidya Sentanu. Ia merupakan wanita karir dengan segudang kegiatan, mulai dari MC hingga trainer. Namun hingga usia 30 tahun, ia tak kunjung menikah. Hal inilah yang kemudian, dirinya merasa mendapatkan tekanan sosial.

"Banyak perempuan di usia 30 tahunan seringkali menghadapi tekanan sosial jika belum menikah, atau bahkan dilema menghadapi kehidupan rumah tangga yang tidak sesuai ekspektasi," terangnya.

Apabila Lidya menceritakan tekanan sosial, lantaran tak kunjung menikah hingga usia 30 tahunan. Lain halnya dengan Cata Leah. Ia menceritakan sesi kehidupan setelah perceraian.

Banyak orang, menurutnya menilai perceraian dipandang sebagai akhir dari segalanya. 

"Padahal bisa menjadi awal untuk kehidupan baru. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang bangkit, berdamai, dengan masa lalu, dan menemukan kembali harga dirinya," jelasnya.

Iska Ningrum, salah satu narasumber menambahkan. Pernikahan menekankan bahwa kehidupan rumah tangga adalah proses panjang yang membutuhkan usaha kedua belah pihak.

"Pernikahan bukan hanya tentang cinta di awal, tapi juga komitmen jangka panjang. Tantangan akan selalu ada, namun kuncinya ada pada komunikasi," katanya.

Pentingnya kesehatan mental pada perempuan ini merupakan acara yang diadakan oleh Java Paragon Surabaya. Pihaknya menyelenggarakan even dengan tema Power of Venus (POV).

General Manager Java Paragon, Erly Rizka mengatakan, bahwa setiap perempuan memiliki kekuatan di setiap fase kehidupannya, baik saat single, menikah, maupun setelah perceraian. 

"Melalui Power of Venus, kami ingin menghadirkan ruang dialog yang sehat dan inspiratif agar para peserta bisa merasa didukung, dimengerti, dan termotivasi untuk terus maju.” ujarnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Java Paragon java Paragon Surabaya pov java paragon mental health Women mental health