Sentil Gubernur Wayan Koster! Prabowo Soroti Sampah di Bali, Ajak Semua Elemen Bersihkan Lingkungan

2 Februari 2026 16:13 2 Feb 2026 16:13

Thumbnail Sentil Gubernur Wayan Koster! Prabowo Soroti Sampah di Bali, Ajak Semua Elemen Bersihkan Lingkungan

Presiden Prabowo menyampaikan arahan saat Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: Tangkapan layar YouTube @SekretariatPresiden)

KETIK, SURABAYA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan lingkungan di Bali yang dinilainya semakin memprihatinkan akibat tumpukan sampah. Ia meminta pemerintah daerah melibatkan pelajar sekolah dalam kegiatan pembersihan lingkungan sebagai langkah konkret mengatasi masalah tersebut, terutama demi menjaga citra pariwisata Bali.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin, 2 Februari 2026. 

Prabowo secara terbuka menyinggung kondisi pantai-pantai di Bali yang dipenuhi sampah dan berpotensi mengurangi minat wisatawan. Ia menilai pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menggerakkan siswa SD, SMP hingga SMA agar terlibat dalam kerja bakti membersihkan lingkungan.

“Maaf ya gubernur, bupati-bupati dari Bali, ini real lho, Bali bulan Desember 2025, ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah? Gubernur, bupati, SMA, SMP, SD di bawah kendali saudara, apa susahnya sih? Entah hari Sabtu, hari Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai ini. Ini pantai kita, ini halaman kita, ayo kita bersihkan ramai-ramai korve,” kata Prabowo.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi kebersihan Bali juga menjadi sorotan pihak luar negeri. Informasi tersebut diterimanya saat bertemu sejumlah tokoh, termasuk menteri dan jenderal, ketika berada di Korea Selatan.

“Saya di Korea ketemu tokoh-tokoh di Korea, menteri-menteri, jenderal-jenderal, kadang-kadang ya tentara di manapun, dia enggak pakai bahasa basi, bicaranya apa adanya, dia ngomong ke saya. Dia bilang ‘Your Excellency, I just came from Bali, oh Bali so dirty now, Bali not nice’. Wah, tapi saya terima itu sebagai koreksi. Ini kita harus atasi bersama,” ujarnya.

Menurut Prabowo, persoalan sampah tidak hanya terjadi di Bali, tetapi telah menjadi masalah serius secara nasional. Ia menyebut sejumlah tempat pembuangan akhir (TPA) diperkirakan akan mengalami kelebihan kapasitas dalam beberapa tahun ke depan jika tidak segera ditangani.

Ia menegaskan, kondisi pantai yang kotor dapat berdampak langsung pada sektor pariwisata, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian dan penyedia lapangan kerja. Karena itu, keterlibatan pelajar dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini.

Prabowo mendorong agar kegiatan kerja bakti dilakukan secara rutin dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga badan usaha milik negara (BUMN). Ia menekankan bahwa upaya penanganan sampah harus dilakukan melalui kerja nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah nggak apa-apa, pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan, ribuan itu, cepat itu. Modalnya nanti apa? Modalnya gerobak-gerobak, truk-truk, sampah, dan sebagainya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengungkapkan rencana pembangunan 34 proyek pengolahan sampah menjadi energi di 34 kota. Proyek ini ditargetkan mulai dibangun dalam waktu dekat dan diharapkan dapat beroperasi dalam kurun sekitar dua tahun sebagai solusi jangka menengah.

Ia menambahkan, kebersihan lingkungan merupakan prasyarat penting bagi keberlanjutan pariwisata dan kesehatan masyarakat. Pemerintah, kata dia, juga akan segera meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, dan indah) dengan melibatkan seluruh instansi pemerintahan.

“Dandim, Danrem, saya perintahkan kau, gerakkan anak buahmu, korve, tiap hari atau tiap berapa hari, korve, korve, korve. Kepolisian, gerakkan, korve, korve, korve. Danantara semua BUMN, ribuan anak buahnya, korve,” ujarnya.

“Saya tidak mau lihat plastik atau sampah di sekitar kantor-kantor BUMN. Semua menteri KL, sebelum masuk kantor, minimal setengah jam bersihkan lingkunganmu. Benar ya? Jangan siap-siap. Minimal setengah jam, pagi-pagi sebelum masuk kantor, kalau perlu menterinya yang mimpin. K/L-K/L semua itu, semua kantor. Kita ini sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah,” pungkas Prabowo. (*)

Tombol Google News

Tags:

Presiden Prabowo Subianto Lingkungan Hidup Pariwisata Bali Kerja Bakti Pemerintah Daerah Kebijakan Nasional Penanganan Sampah Gerakan Indonesia ASRI