KETIK, MALANG – Makanan tradisional Kolok Goblok dan kesenian Bantengan asal Kabupaten Malang resmi ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTb).
Simbolis pengakuan WBTb disampaikan Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Malang Sanusi saat Apresiasi Seniman, Tunjangan Kehormatan Juru Pelihara Cagar Budaya dan Warisan Tak Benda Indonesia, bertempat di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang, Minggu, 22 Februari 2026.
"Pengakuan ini memperkaya daftar khazanah budaya Jatim yang telah diakui secara nasional," ujar Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa sembari menyampaikan komitmennya dalam merawat denyut kebudayaan di Provinsi Jawa Timur.
Lebih lanjut ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memberi apresiasi bagi 500 seniman dan 148 juru pelihara cagar budaya, dan menyerahkan 46 sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia untuk 22 Kabupaten/Kota di Jatim.
Kolok Goblok makanan Desa Poncokusumo Kabupaten Malang. (Foto: Jadesta)
Tak hanya itu, ratusan pelaku budaya dari berbagai daerah diundang hadir dengan mengenakan busana khas daerah masing-masing.
''Sinergi antara pelaku budaya, juru pelihara, serta pemerintah kabupaten/kota menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya, baik yang berwujud benda maupun tak benda. Tanpa kolaborasi, warisan hanya akan menjadi catatan sejarah, bukan praktik hidup yang terus diwariskan," tuturnya.
Dilansir dari Jadesta, Kolok Goblok adalah makanan tradisional Desa Wisata Poncokusumo yang terbuat dari buah labu, parutan kelapa, dan gula merah.
Pembuatan Kolok Goblok masih menggunakan metode tradisional yakni dengan dikukus dengan menggunakan tanggi. Hal yang membuat kolok goblok unik adalah rasanya yang khas.
Karena kuahnya yang berada di dalam buah labu, selain rasanya yang khas. Kolok Goblok konon adalah makanan kasta tinggi dan adanya kolok goblok hanya setahun sekali
Yaitu di hari raya idul fitri di hari ke-7 untuk menyelamati Rojo Koyo 'hewan ternak', seperti kambing, kerbau, sapi, dan kuda. Penyajian Kolok Goblok biasanya disandingkan dengan ketupat segitiga, ketupat segitiga untuk hewannya sedangkan kolok gobloknya untuk tamunya.
Sedangkan Bantengan Lereng Semeru adalah kesenian bantengan tradisional Indonesia yang berasal dari wilayah lereng Gunung Semeru di Jawa Timur.
Ciri khasnya adalah menggunakan kerangka bambu untuk bagian punggung banteng dan seringkali menceritakan kisah-kisah yang berlatar di pegunungan. Kesenian ini merupakan bagian dari tradisi Bantengan Mberot. (*)
