KETIK, TULUNGAGUNG – Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) terhadap Bupati Tulungagung Gatut Sunu pada Jumat malam, 10 April 2026, menjadi sorotan. Ia jadi kepala daerah ketiga di Jatim yang terjaring OTT KPK.
Sepak terjangnya di dunia perpolitikan sudah cukup panjang. Bupati Tulungagung Gatut Sunu lahir di Kabupaten Tulungagung pada 17 Desember 1967.
Dihimpun dari berbagai sumber, Sebelum menjabat sebagai bupati, ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung dari 2 November 2021 hingga 24 September 2023, mendampingi Bupati Maryoto Birowo.
Di luar dunia politik, ia dikenal sebagai pengusaha toko bangunan dengan jaringan usaha yang tersebar di wilayah Trenggalek dan Tulungagung. Ia juga merupakan lulus Sarjana Ekonomi Universitas Merdeka (Unmer) Malang.
Sedangkan karir politiknya, langsung menduduki jabatan Wakil Bupati Tulungagung berkat PDIP. Puncaknya, ia terpilih sebagai Wakil Bupati Tulungagung mendampingi Bupati Maryoto Birowo dan dilantik pada November 2021.
Kemudian ia beralih ke Partai Gerindra, yang menjadi kendaraan politiknya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tulungagung 2024. Pada kontestasi itu, ia memenangkan Pilkada dan dilantik jadi Bupati Tulungagung 2025-2030.
Diberitakan Ketik.com sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung, Jumat malam, 10 April 2026.
Giat OTT tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. “Benar,” katanya singkat seperti dilansir Suara.com, jaringan Ketik.com.
Fitroh tak merinci siapa saja yang terjaring dalam OTT KPK di Bumi Marmer. Namun, ia memastikan bahwa Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo diamankan dalam operasi tersebut.
“Ya (Bupati Tulungagung diamankan),” lanjut alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga itu. (*)
