KETIK, LEBAK – Ketersediaan beras di Kabupaten Lebak pada triwulan pertama tahun 2026 dipastikan dalam kondisi aman. Bahkan, produksi yang dihasilkan mampu menciptakan surplus yang cukup signifikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, menyampaikan bahwa capaian produksi padi selama periode Januari hingga Maret 2026 menunjukkan tren positif, meskipun realisasi tanam belum sepenuhnya memenuhi target tahunan.
“Pada periode Januari sampai dengan Maret 2026, realisasi luas tanam padi tercatat sebesar 26.340 hektar atau sekitar 21,22 persen dari target tahunan,” ujar Rahmat kepada wartawan, Selasa 7 April 2026.
Ia menjelaskan, luas panen pada periode yang sama justru lebih tinggi, yakni mencapai 39.223 hektar atau sekitar 32,37 persen. Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari kontribusi hasil tanam pada periode sebelumnya yang memasuki masa panen di awal tahun.
“Sebagian luas panen tersebut merupakan hasil tanam dari periode sebelumnya, sehingga realisasi panen terlihat lebih tinggi dibandingkan tanam pada triwulan pertama,” jelasnya.
Dari total luas panen tersebut, produksi padi yang dihasilkan mencapai 176.855 ton dalam bentuk gabah kering panen (GKP), atau sekitar 27,09 persen dari target tahunan. Jika dikonversikan lebih lanjut, produksi tersebut setara dengan 146.860 ton gabah kering giling (GKG) dan menghasilkan sekitar 92.860 ton beras siap konsumsi.
Rahmat menambahkan, jumlah produksi beras tersebut tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Lebak hingga bulan Maret yang tercatat sebesar 38.563 ton, tetapi juga menghasilkan surplus yang cukup besar.
“Dari hasil produksi tersebut, terdapat surplus beras sebesar 54.296 ton,” ungkapnya.
Dengan capaian tersebut, lanjut Rahmat, kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Lebak pada awal tahun ini berada dalam situasi yang relatif aman dan terkendali. Bahkan, surplus yang tersedia diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama lebih dari empat bulan ke depan.
“Dengan demikian, kondisi ketersediaan beras di Kabupaten Lebak pada triwulan pertama tahun 2026 berada dalam kondisi aman, dengan surplus yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama kurang lebih 4,2 bulan ke depan,” pungkasnya.(*)
