Polisi Dalami Penyebab Meninggalnya Enam Santri di Bekas Galian C Bangkalan

21 November 2025 17:33 21 Nov 2025 17:33

Thumbnail Polisi Dalami Penyebab Meninggalnya Enam Santri di Bekas Galian C Bangkalan

Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono saat ditemui dilokasi kejadian enam santri tenggelam. (Foto: Ismail Hasyim/Ketik.com)

KETIK, BANGKALAN – Pihak kepolisian kini terus melakukan penyelidikan atas musibah yang menewaskan enam santri Pondok Pesantren Jabal Qur’an di kawasan bekas galian C Bukit Jaddih, Desa Parseh (Jedih), Kecamatan Socah, Kamis 20 November 2025.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB itu membuat pihak pondok, keluarga, dan warga setempat berduka.

Menurut keterangan awal, para korban ditemukan tak bernyawa di genangan air bekas tambang setelah beberapa teman mereka yang panik mencari bantuan. Seluruh jenazah sempat dibawa ke puskesmas setempat untuk pemeriksaan awal sebelum diserahkan ke keluarga.

Sejak malam kejadian, Polres Bangkalan bersama petugas Polsek setempat mengamankan lokasi dan mulai melakukan olah tempat kejadian perkara.

Pada proses penyelidikan lanjutan, tim Inafis Polda Jawa Timur dan personel Brimob dikerahkan untuk membantu pengukuran kedalaman kolam, pemetaan luas genangan, serta pemeriksaan kualitas air dan kondisi dasar bekas galian. Langkah ini dilakukan untuk merumuskan kronologi dan penyebab pasti.

Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono menyampaikan tim penyidik juga memeriksa saksi termasuk pengasuh pondok dan santri yang berada di lokasi guna menelaah aktivitas sebelum kejadian dan kemungkinan adanya kelalaian pengawasan.

"Pemeriksaan teknis dilaporkan meliputi pengukuran kedalaman yang awalnya diperkirakan mencapai sekitar 1,5 meter, namun masih akan diverifikasi secara presisi oleh tim," jelasnya,Jumat 21 November 2025.

Insiden ini juga memicu reaksi dari berbagai pihak. Selain duka keluarga korban, ada seruan agar area bekas tambang yang berpotensi membahayakan segera mendapat perhatian dan pengamanan lebih ketat agar tragedi serupa tidak terulang.

"Beberapa keluarga memilih menolak autopsi sehingga jenazah diberangkatkan ke rumah duka untuk dimakamkan sesuai permintaan keluarga," tambahnya.

Polres Bangkalan menegaskan penyelidikan akan berlangsung menyeluruh dan transparan. Hasil pemeriksaan forensik, kesaksian, serta temuan lapangan akan menjadi bahan untuk menentukan apakah ada unsur kecelakaan murni, kelalaian, atau faktor lain yang menyebabkan peristiwa tragis tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada aparat. (*)

Tombol Google News

Tags:

polres Bangkalan Polda jatim Dalami penyebab Tenggelam enam santri