PHRI Sebut Kayutangan Malang Sudah Selevel Malioboro

15 Januari 2026 20:33 15 Jan 2026 20:33

Thumbnail PHRI Sebut Kayutangan Malang Sudah Selevel Malioboro

Suasana Kayutangan Heritage pada malam hari di Kota Malang. (Foto: Nurul Aliyah/ketik.com)

KETIK, MALANG – Kayutangan Heritage dinilai telah layak bersanding dengan ikon wisata Yogyakarta, Malioboro. Meski sering disebut kembar, Kayutangan Malang memiliki identitas kuat yang membedakannya secara karakter dan sejarah.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, menyatakan bahwa kesamaan visual di koridor utama memang sering membuat wisatawan membandingkan keduanya. Namun, ia menekankan pentingnya penguatan ciri khas dan identitas lokal agar karakter Kayutangan semakin melekat di ingatan pengunjung.

Menurut Agoes, perbedaan paling signifikan terletak pada atmosfer yang ditawarkan. Jika Malioboro kental dengan nuansa tradisional Jawa, Kayutangan Heritage menonjolkan arsitektur dan sejarah zaman kolonial Belanda.

Di sana, pengunjung akan merasakan vibe yang berbeda. Nuansa kampung kolonial ini yang menjadi magnet utama

"Sebetulnya orang melihat Kayutangan karena penampilan di koridor, tapi sebenernya ada perbedaan. Kayutangan itu terkenal dengan heritagenya jaman kolonial, kalau Malioboro Tradisional Jawa," ucap Agoes Basoeki, Kamis, 15 Januari 2026.

Foto Suasana Kayutangan Heritage saat malam di Kota Malang. (Foto: Nurul Aliyah/ketik.com)Suasana Kayutangan Heritage saat malam di Kota Malang. (Foto: Nurul Aliyah/ketik.com)

Ia juga mendorong wisatawan untuk tidak hanya menikmati wajah luar jalan protokol, tetapi juga mengeksplorasi hingga ke dalam gang-gang kampung.

"Rata-rata teman-teman hotel menyampaikan kita punya destinasi wisata yang heritage. Kita sampaikan kalau bisa sampai masuk kampung," imbuhnya.

PHRI menilai Kayutangan telah memenuhi standar kelayakan sebagai objek wisata unggulan, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, hingga keramahan warga lokal. Kehadiran ragam kuliner di sepanjang kawasan tersebut semakin memperkuat posisi Kayutangan sebagai destinasi pilihan utama di Kota Malang.

"Kayutangan Heritage sudah pada tingkat kelayakan untuk menjadi objek wisata, di samping heritagenya, keamanannya kenyamanannya, keramahannya," jelas Agoes Basoeki.

Dengan perpaduan estetika koridor dan kedalaman sejarah di dalam kampung, Kayutangan diharapkan tidak lagi hanya dipandang sebagai ‘fotokopi’ Malioboro, melainkan destinasi dengan identitas khas. (*)

Tombol Google News

Tags:

kayutangan heritage malang Kota Malang kayutangan malang Kayutangan Heritage kayutangan Malang Malioboro PHRI Kota Malang