Pesantren Eksekutif Halmahera Selatan Perkuat Integritas Pejabat

16 Maret 2026 14:45 16 Mar 2026 14:45

Thumbnail Pesantren Eksekutif Halmahera Selatan Perkuat Integritas Pejabat

Yudhi Eka Prasetia Ketua Panitia Pesantren Eksekutif Halmahera Selatan saat memimpin pengajian usai ba'da ashar Senin 16 Maret 2026 (Foto: Mursal/Ketik.com)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menggelar program Pesantren Eksekutif sebagai upaya memperkuat karakter kepemimpinan para pejabat birokrasi. Kegiatan yang diikuti sekitar 150 pejabat eselon II dan III ini telah berlangsung sejak 14 Maret 2026 dan dijadwalkan akan ditutup pada 17 Maret 2026.

Program tersebut dirancang untuk membangun kepemimpinan pemerintahan yang tidak hanya kuat secara manajerial, tetapi juga berintegritas, inspiratif, serta berlandaskan nilai moral dan spiritual.

Ketua Panitia Pesantren Eksekutif Halmahera Selatan, Yudhi Eka Prasetia, menjelaskan bahwa kepemimpinan di sektor pemerintahan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Seorang pejabat publik tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknokratis dan manajerial, tetapi juga harus memiliki keteladanan, integritas, serta kekuatan moral dalam menjalankan amanah jabatan.

Menurut Yudhi, pejabat eselon II dan III memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan, mengelola organisasi, serta memastikan pelayanan publik berjalan secara efektif dan berintegritas.

“Pemimpin birokrasi tidak cukup hanya mampu mengelola organisasi, tetapi juga harus menjadi teladan yang mampu menginspirasi perubahan dan membangun budaya kerja yang positif di lingkungan pemerintahan,” ujar Yudhi dalam penyampaiannya, Senin 16 Maret 2026.

Ia mengatakan, di tengah dinamika birokrasi modern, diperlukan ruang refleksi bagi para pejabat agar dapat memperkuat karakter kepemimpinan yang berbasis nilai. Karena itu, kegiatan Pesantren Eksekutif dirancang sebagai forum pembelajaran sekaligus refleksi bagi pejabat pemerintah daerah.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengintegrasikan kepemimpinan modern dengan nilai moral dan spiritual, sehingga lahir pemimpin birokrasi yang berintegritas, inspiratif, serta memiliki growth mindset dalam menghadapi dinamika pembangunan daerah,” jelasnya.

Yudhi menjelaskan, kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk membangun kepemimpinan birokrasi yang berintegritas, inspiratif, serta berlandaskan nilai moral dan spiritual dalam menjalankan amanah pemerintahan.

Selain itu, kegiatan ini juga memiliki sejumlah tujuan khusus, di antaranya memperkuat kesadaran kepemimpinan sebagai amanah dan tanggung jawab moral, mengembangkan gaya kepemimpinan transformasional di lingkungan birokrasi, serta menumbuhkan pola pikir berkembang (growth mindset) dalam menghadapi perubahan organisasi.

“Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan integritas dan etika pelayanan publik sekaligus mendorong komitmen perubahan positif di organisasi perangkat daerah,” katanya.

Pesantren Eksekutif ini mengusung tema “Membangun Kepemimpinan Transformasional Berbasis Nilai dan Integritas untuk Pelayanan Publik yang Berkualitas.”

Peserta kegiatan berasal dari pejabat Eselon II dan Eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dengan jumlah peserta sekitar 150 orang.

Dalam konsep pelaksanaannya, Pesantren Eksekutif menggabungkan beberapa pendekatan kepemimpinan yang saling melengkapi.

Pertama adalah Intellectual Leadership, yakni penguatan wawasan kepemimpinan modern dan tata kelola pemerintahan. Kedua adalah Spiritual Leadership, yang menekankan penguatan nilai moral, etika, dan spiritual dalam kepemimpinan.

Selain itu, terdapat pendekatan Reflective Leadership, yaitu refleksi diri terhadap praktik kepemimpinan dan tanggung jawab jabatan, serta Transformational Leadership yang mendorong pemimpin birokrasi untuk mampu menggerakkan perubahan nyata di organisasi.

“Kami ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya berbicara tentang teori kepemimpinan, tetapi juga menyentuh aspek refleksi diri dan penguatan nilai,” kata Yudhi.

Pesantren Eksekutif ini menghadirkan sejumlah materi utama yang berkaitan langsung dengan penguatan karakter kepemimpinan pejabat publik.

Materi tersebut antara lain kepemimpinan sebagai amanah, yang membahas perspektif moral dan spiritual dalam memimpin serta pentingnya menjaga integritas dalam jabatan publik.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang kepemimpinan transformasional, yang menekankan peran pemimpin sebagai inspirator perubahan dalam organisasi birokrasi.

Materi lainnya adalah growth mindset bagi pemimpin pemerintahan, yang mendorong pemimpin birokrasi untuk mampu beradaptasi dengan perubahan serta membangun budaya belajar di lingkungan organisasi.

Kemudian terdapat pula pembahasan mengenai etika kepemimpinan dan pelayanan publik, yang menitikberatkan pada nilai integritas serta kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Sementara pada sesi refleksi, peserta mengikuti muhasabah kepemimpinan, yang menjadi ruang introspeksi bagi para pejabat untuk mengevaluasi perjalanan kepemimpinan mereka sekaligus menyusun komitmen perubahan ke depan.

Agar lebih relevan dengan karakter peserta yang merupakan pejabat senior, kegiatan ini menggunakan pendekatan dialogis dan reflektif.

Metode yang digunakan antara lain ceramah inspiratif, dialog kepemimpinan, diskusi kelompok terbatas, studi kasus birokrasi, refleksi spiritual, serta sesi berbagi pengalaman kepemimpinan antar peserta.

“Dengan metode ini kami berharap peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga terlibat aktif dalam dialog dan refleksi kepemimpinan,” ujar Yudhi.

Yudhi berharap kegiatan Pesantren Eksekutif ini dapat menghasilkan sejumlah dampak nyata bagi penguatan birokrasi daerah.

“Output yang ingin dicapai antara lain terbangunnya kesadaran kepemimpinan yang berintegritas, terbentuknya pemimpin birokrasi yang inspiratif dan visioner, serta tumbuhnya budaya growth mindset di organisasi perangkat daerah,” katanya.

Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya kerja positif di lingkungan pemerintah daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membentuk kepemimpinan birokrasi yang adaptif, kolaboratif, dan berintegritas.

Tombol Google News

Tags:

Halmahera Selatan Pesantren Eksekutif Yudhi Eka Prasetia integritas pejabat Pemkab Halsel Maluku Utara Ramadan 2026