Alasan Haru Gereja HKBP Malang Rela Tunda Ibadah Demi Sambut Saudara NU: Kami Sudah Diberi Tempat

7 Februari 2026 11:56 7 Feb 2026 11:56

Thumbnail Alasan Haru Gereja HKBP Malang Rela Tunda Ibadah Demi Sambut Saudara NU: Kami Sudah Diberi Tempat

Gereja HKBP Malang siap melayani jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Sebuah pesan persaudaraan datang di tengah hiruk pikuk persiapan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU). Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Malang sampai rela menunda ibadah demi menyambut saudara NU. 

Pendeta HKBP Malang, Melva Sitompul, menjelaskan bahwa dukungan tersebut sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada warga Kota Malang. Sebagai suku pendataan, para jemaat Gereja HKBP Malang telah diberikan tempat untuk menjalankan ibadah dengan tenang. 

"Kami membantu masyarakat yang ada di Kota Malang karena kami juga sudah diberikan tempat. Kami adalah suku pendatang di Kota Malang. Kami juga harus membantu memberikan saudara-saudara kita ini tempat untuk berisitirahat," ujarnya, Sabtu, 7 Februari 2026. 

Pintu gereja terbuka lebar bagi peserta Mujahadah Kubro 1 Abad NU. Bahkan umat gereja turut antusias membantu melayani jemaah yang datang. 

Jemaat gereja secara sukarela menunda 3 jadwal ibadah hari Minggu demi memberikan ruang istirahat yang layak bagi saudara-saudara Muslim. Mulai dari Sekolah Minggu, ibadah yang biasa dilaksanakan pada pukul 07.30, 10.00, 15.00, dan 17.00, nanti hanya digelar 2 kali pada 15.00 dan 17.00 WIB. 

"Mulai Sabtu sore nanti akan kami buka gerbang. Tetapi mungkin akan kami tutup juga setelah jam 20.00 WIB karena gereja kami kan tidak mungkin dibuka 24 jam. Tetapi besok paginya kami buka lagi, jam 07.30 WIB," ujarnya. 

Selain menyediakan 300 kursi, pihak gereja senang hati membuka tempat tambahan apabila diperlukan. Fasilitas kamar mandi, toilet pun dapat diakses oleh peserta Mujahadah Kubro 1 Abad NU. 

Gereja HKBP Malang juga memberikan bantuan berupa makanan ringan dan air mineral bagi jemaah yang datang. Bahkan banyak jemaat gereja yang ikut menyumbang makanan. 

"Keinginannya yang paling mendasar adalah karena kita saudara. Kita satu NKRI, satu kedaulatan. Kita boleh berbeda agama, berbeda suku tetapi kita kan masih satu di dalam NKRI," ungkapnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gereja HKBP Malang Mujahadah Kubro 1 Abad NU   Mujahadah Kubro 1 Abad NU Kota Malang Toleransi