KETIK, LEBAK – Menjelang libur Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Kabupaten Lebak, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, mulai mempercepat berbagai persiapan di sektor pariwisata. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan wisatawan yang diperkirakan akan memadati sejumlah destinasi unggulan selama masa liburan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Yosep M. Holis, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari pengecekan fasilitas wisata hingga penguatan koordinasi lintas instansi.
“Kami sudah melakukan rapat konsolidasi dengan sejumlah pihak seperti kepolisian, TNI, PT KAI, hingga Perhutani. Selain itu, kami juga menyampaikan surat edaran terkait penyelenggaraan kegiatan pariwisata agar selama libur Lebaran kondisi tetap aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para pengunjung,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa, 17 Maret 2026.
Ia menjelaskan, rapat konsolidasi tersebut turut melibatkan para pengelola destinasi wisata, baik wisata alam, wisata buatan, maupun pelaku usaha perhotelan di wilayah Lebak.
Berkaca pada data kunjungan tahun-tahun sebelumnya, sejumlah destinasi diprediksi kembali menjadi magnet utama wisatawan. Di antaranya Pantai Sawarna yang kerap dipadati hingga puluhan ribu pengunjung saat musim liburan.
Selain itu, destinasi lain seperti Pantai Bagedur, Waduk Karian, dan Danau Talanca juga diperkirakan akan mengalami lonjakan kunjungan, khususnya dari wisatawan keluarga.
Untuk memastikan kesiapan destinasi, Dinas Pariwisata telah membentuk tim khusus yang bertugas melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari standar operasional prosedur (SOP) keselamatan, penandaan area larangan berenang, kondisi fasilitas umum, pengelolaan sampah, hingga kapasitas parkir.
“Kami menyiapkan sejumlah indikator pengecekan yang harus dipastikan oleh pengelola destinasi. Ini penting agar pengunjung tetap merasa aman dan nyaman saat berwisata,” jelas Yosep.
Selain itu, transparansi harga juga menjadi perhatian. Pengelola destinasi diminta untuk menampilkan daftar harga secara jelas, baik untuk makanan, penginapan, maupun layanan transportasi lokal seperti ojek wisata, guna menghindari potensi keluhan wisatawan.
Dinas Pariwisata juga menjadwalkan pemeriksaan berkala terhadap fasilitas sanitasi seperti toilet dan wastafel di sejumlah destinasi, yang akan dilakukan mulai Kamis hingga Minggu.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, pihaknya bekerja sama dengan kepolisian dalam menyiapkan posko pengamanan di sejumlah titik rawan kemacetan, khususnya di kawasan wisata pantai. Posko tersebut juga akan difungsikan sebagai pusat layanan informasi bagi wisatawan.
“Kami juga menyiapkan posko kesiapsiagaan untuk pelayanan informasi pariwisata. Selain itu kami berkoordinasi dengan tim kesehatan dan Dinas PUPR agar akses menuju destinasi wisata sudah dalam kondisi baik sebelum Lebaran,” tambahnya.
Kabupaten Lebak sendiri dikenal memiliki beragam destinasi wisata, mulai dari wisata alam hingga budaya. Selain pantai, wisatawan juga dapat mengunjungi Museum Multatuli atau mengenal kehidupan masyarakat adat di Kawasan Baduy yang menjadi salah satu ikon wisata budaya di Banten.
Yosep mengajak para wisatawan untuk menikmati liburan dengan tetap menjaga ketertiban serta kelestarian lingkungan.
“Lebak memiliki banyak destinasi wisata yang eksotik dan ikonik. Kami berharap para wisatawan bisa menikmati liburan dengan aman dan nyaman, sekaligus tetap menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah persiapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebak optimistis sektor pariwisata daerah akan tetap kondusif selama libur Lebaran, sekaligus memberikan pengalaman wisata yang aman dan berkesan bagi setiap pengunjung. (*)
