KETIK, MALANG – Penataan dan ketertiban menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan hari pertama Pasar Takjil Cemorokandang, Kota Malang. Panitia berupaya memastikan kegiatan berjalan tertib dan nyaman, baik bagi pedagang maupun pengunjung.
Koordinator Pasar Takjil Cemorokandang, Binti Nafiah, mengatakan bahwa tahun ini lokasi pasar takjil berpindah ke area Apotek Slamet Urip setelah sebelumnya berada di kawasan ruko tengah. Karenanya, ia menyebut, hari pertama pasar takjil ini masih dalam tahap penyesuaian.
Menurut Binti, saat ini, jumlah pedagang yang terdaftar sebanyak 18 stan. Namun, tidak semuanya dapat hadir pada hari pertama pembukaan.
“Hari ini mulai dibuka dari Ramadan pertama sampai hari ke-29. Untuk jam operasionalnya dari jam empat sore sampai selesai, biasanya ada yang sampai Isya, ada juga yang sudah tutup setelah Magrib, tergantung masing-masing stand,” ujarnya.
Dalam proses penataan, Binti menambahkan, panitia mengedepankan kesadaran pedagang agar area tetap tertib dan nyaman.
"Selain penataan lapak, aspek kebersihan juga menjadi perhatian utama. Panitia terus mengingatkan pedagang agar tidak membuang sampah sembarangan. Setiap stan bertanggung jawab terhadap kebersihan di sekitar tempat berjualan," tutur Binti.
"Pedagang dikenakan iuran sebesar Rp12.500 untuk kebutuhan listrik dan kebersihan, sementara proses pendaftaran stan tidak dipungut biaya," imbuhnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, panitia turut bekerja sama dengan Linmas dan Babinsa, mengingat lokasi pasar berada di tepi jalan raya.
Binti berharap, ke depan, pelaksanaan pasar takjil dapat berjalan semakin tertib dengan pilihan menu yang lebih beragam, jumlah pedagang bertambah, serta semakin banyak pengunjung yang datang untuk meramaikan suasana Ramadan di Cemorokandang. (*)
