Nyatakan Status Darurat, Pemerintah Venezuela Kerahkan Militer Usai Penangkapan Maduro oleh Amerika Serikat

3 Januari 2026 22:32 3 Jan 2026 22:32

Thumbnail Nyatakan Status Darurat, Pemerintah Venezuela Kerahkan Militer Usai Penangkapan Maduro oleh Amerika Serikat

Pemerintah Venezuela kerahkan pasukan usai penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, Sabtu, 3 Januari 2026. (Foto: Instagram @nicolasmaduro)

KETIK, JAKARTA – Pemerintah Venezuela merespons penangkapan presiden mereka, Nicolas Maduro, oleh pasukan Amerika Serikat, Sabtu, 3 Januari 2026. Kementerian Pertahanan Venezuela memastikan telah mengerahkan pasukan mereka untuk menghadapi skenario terburuk.

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, meminta agar militer dan rakyat Venezuela bersatu membentuk front perlawanan untuk menghadapi agresi tersebut. Padrino menyebut pasukan juga akan dikerahkan sesuai dengan 'Perintah Maduro'.

"Mereka (Amerika) telah menyerang kita. Namun, mereka tak akan pernah menaklukkan kita," kata Lopez, dilansir dari CBSNews.

Selain itu, Lopez juga meminta agar rakyat Venezuela tetap tenang dan bersatu. Ia juga berharap mereka tak terjebak ke dalam kekacauan.

“Janganlah kita terjebak dalam kepanikan yang ingin ditanamkan oleh musuh,” tegasnya, sembari memastikan pemerintah telah menyatakan kondisi saat ini sebagai kondisi darurat.

Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, dalam siaran televisi negara, pada Sabtu pagi menuntut bukti keberadaan dan lokasi Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Pernyataannya, dalam wawancara telepon dengan jaringan televisi tersebut, datang tak lama setelah Presiden Amerika, Donald Trump, mengatakan Maduro telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela. (*)
 

Tombol Google News

Tags:

Nicolás Maduro Venezuela Amerika Serikat Vladimir Padrino Lopez Delcy Rodriguez