KETIK, PACITAN – Gelaran rontek gugah sahur pekan ketiga Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Pacitan, Minggu, 8 Maret 2026 dini hari berlangsung tertib tanpa adanya gangguan berarti.
Seiring meningkatnya antusiasme peserta, tim keamanan juga kian mempertebal personel.
Ratusan Personel Gabungan Diterjunkan
Kepala Satpol-PP Pacitan, Ardyan Wahyudi S.STP, MM, mengungkapkan jumlah personel gabungan yang diterjunkan dalam pengamanan rontek gugah sahur dini hari ini diperkirakan mencapai sekitar 300 hingga 400 orang.
"Pengamanan melibatkan berbagai unsur aparat keamanan dan instansi terkait, mulai dari Satpol PP, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," ungkapnya kepada Ketik.com, Minggu, 8 Maret 2026 dini hari.
Petugas tersebut disebar di sejumlah titik strategis yang diperkirakan menjadi pusat aktivitas peserta maupun penonton rontek.
Beberapa lokasi tersebut antara lain depan Pendopo Kabupaten Pacitan, toko Jamu Jago dari arah timur, Perempatan Penceng, Perempatan Alhijrah, Maju Hardware, wilayah barat seperti Bapangan dan Sampoerna, hingga kawasan Taman Bugar.
"Pengamanan juga difokuskan di wilayah utara seperti Gerdon, Bundaran Tanjung, Kanjeng Jimat, serta kawasan timur Pendopo," imbuhnya.
Meski melibatkan ratusan personel, Kasatpol-PP Ardyan mengatakan tidak ada perlengkapan khusus yang digunakan dalam pengamanan.
“Kalau peralatan kita tidak ada peralatan khusus. Dari pihak keamanan TNI Polri pun juga masih standar,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, imbuhnya, sebelum kegiatan dimulai petugas diminta melaksanakan apel pengamanan serta melakukan koordinasi dengan para koordinator kelompok peserta rontek.
Petugas juga berkeliling memastikan kesiapan setiap kelompok agar dapat mengondisikan para peserta selama kegiatan berlangsung.
Ribuan Peserta dari 17 Desa-Kelurahan Ikut Meramaikan
Berdasarkan catatan yang dihimpun dari aparat pengamanan, peserta rontek tersebut berasal dari 17 wilayah di Pacitan.
Dari sisi timur kota diikuti kelompok Metro yang terdiri dari Desa Menadi, Mentoro, dan Purworejo, kemudian Desa Sirnoboyo, Sukoharjo, Purwoasri, Desa Tanjungsari, Nanggungan hingga Arjowinangun.
Sementara dari wilayah barat kota diikuti kelompok dari Sedeng, Bangunsari, Pacitan, Pucangsewu, dan Sumberharjo. Sedangkan dari wilayah selatan kota berasal dari Kelurahan Baleharjo, Ploso, dan Sidoharjo.
Jumlah peserta rontek hingga saat ini belum dapat dipastikan secara pasti. Namun jika melihat pelaksanaan pada minggu sebelumnya, jumlah peserta diperkirakan mencapai ribuan.
"Ada sekitar 2.000 hingga 3.000 orang, belum termasuk masyarakat yang datang menyaksikan," katanya.
Peserta Pemicu Keributan Akan Diamankan
Terkait potensi gangguan keamanan, petugas tidak menyiapkan sanksi khusus bagi peserta.
Kendati menurut Ardyan, apabila terdapat peserta yang memicu keributan, oknum tersebut akan langsung diamankan oleh petugas maupun pihak kelompoknya.
“Kami masih optimis ini bisa dikondisikan. Ketika ada peserta yang rese atau memicu kisruh, oknum tersebut akan langsung diamankan,” tegasnya.
Apresiasi untuk Pihak yang Terlibat Menjaga Ketertiban
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menjaga ketertiban selama rangkaian rontek gugah sahur berlangsung di Pacitan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah berpartisipasi dalam mengamankan dan pelaksanaan rontek tahun ini. Sejauh ini rontek gugah sahur bisa kita nikmati dan masyarakat juga sangat antusias,” katanya.
Ia juga mengimbau seluruh kelompok peserta untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, rontek gugah sahur merupakan tradisi masyarakat Pacitan yang harus dijaga bersama.
“Ini Pacitan, bukan soal kelompok atau geng. Kita membawa nama Pacitan. Jadi mari kita jaga bersama agar pelaksanaan rontek gugah sahur tahun ini bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.(*)
