Muslim Wajib Tahu, Ini Tata Cara Shalat Idulfitri

20 Maret 2026 06:00 20 Mar 2026 06:00

Thumbnail Muslim Wajib Tahu, Ini Tata Cara Shalat Idulfitri

Umat muslim saat melakukan salat Idulfitri. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Umat Islam di Indonesia bersiap merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita.

Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada hari raya tersebut adalah melaksanakan shalat Idul Fitri dua rakaat secara berjamaah.

Shalat Idulfitri atau shalat Id hukumnya sunnah muakkadah dan sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah di masjid, lapangan, atau tempat terbuka.

Namun, bagi yang terlambat atau berhalangan hadir berjamaah, shalat Id tetap boleh dilaksanakan secara munfarid atau sendiri di rumah.

Shalat Id sendiri dinilai lebih baik daripada tidak mengerjakannya sama sekali.

Penjelasan mengenai tata cara shalat Idulfitri ini disampaikan Ustadz Mahbib Khoiron dalam artikelnya yang dikutip dari NU Online berjudul "Tata Cara Shalat Idul Fitri".

Rujukan tersebut mengacu pada kitab Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi.

Penjelasan serupa juga dapat ditemukan dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhabil Imam asy-Syafi‘i karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan Ali asy-Asyarbaji.

Berikut tata cara shalat Idulfitri:

1. Niat Shalat Id

Shalat Id diawali dengan niat. Jika menjadi makmum, ditambahkan lafal ma’muman, sedangkan jika menjadi imam ditambahkan imaaman.

Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini (ma’mûman/imâman) lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Pelafalan niat hukumnya sunnah. Adapun yang wajib adalah adanya kesengajaan dalam hati untuk melaksanakan shalat Idul Fitri.

Perlu diketahui, sebelum shalat dimulai tidak ada azan dan iqamah. Sebagai gantinya, cukup diserukan “ash-shalâtu jâmi‘ah”.

2. Takbiratul Ihram dan Takbir Tambahan

Seperti shalat pada umumnya, shalat Id diawali dengan takbiratul ihram.

Setelah membaca doa iftitah, pada rakaat pertama disunnahkan membaca takbir tambahan sebanyak tujuh kali.

Di sela-sela takbir, dianjurkan membaca:

Allahu akbar kabîra, wal hamdu lillâhi katsîra, wa subhânallâhi bukratan wa ashîla.

Atau:

Subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar.

Takbir tambahan ini hukumnya sunnah. Jika terlupa, shalat tetap sah.

3. Membaca Al-Fatihah dan Surat

Setelah takbir tambahan, dilanjutkan membaca surat Al-Fatihah. Kemudian dianjurkan membaca Surat Al-A’la pada rakaat pertama.

Setelah itu, gerakan shalat dilanjutkan seperti biasa, mulai dari ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga berdiri kembali untuk rakaat kedua.

4. Rakaat Kedua

Pada rakaat kedua, setelah berdiri, kembali disunnahkan membaca takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan. Di antara takbir tersebut dibaca dzikir sebagaimana pada rakaat pertama.

Kemudian membaca Al-Fatihah dan dianjurkan membaca Surat Al-Ghasyiyah. Setelah itu dilanjutkan ruku’, sujud, hingga salam.

Takbir tambahan lima kali di rakaat kedua juga berstatus sunnah dan tidak membatalkan shalat jika terlupa.

5. Mendengarkan Khutbah

Setelah salam, jamaah dianjurkan tetap duduk untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri hingga selesai.

Khutbah Id dilaksanakan dua kali dan dipisahkan dengan duduk di antara keduanya.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya dan memisahkannya dengan duduk di antara keduanya.

Untuk khatib, dianjurkan memulai khutbah pertama dengan takbir sembilan kali dan khutbah kedua dengan takbir tujuh kali.

Dengan memahami tata cara dan ketentuannya, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan shalat Idul Fitri dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Idulfitri Salat Id cara sholat ied Hari Raya lebaran