KETIK, BATU – Perayaan Syawal di Kota Batu kali ini dikemas lewat Gebyak Kenduri Seni Kupat Lepet yang sarat makna budaya. Tradisi ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana memperkuat nilai kebersamaan dan kearifan lokal.
Gebyak Kenduri Seni dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026, pukul 19.00-22.00 WIB di Amphiteater Arjunawiwaha, Kelurahan Sisir, Kota Batu.
Selain menghadirkan pertunjukan, diharapkan juga mampu memberikan edukasi budaya kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyampaikan bahwa gelaran ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga sekaligus mengenalkan budaya kepada generasi muda.
“Gebyak Kenduri Seni Kupat Lepet Syawal menjadi momentum untuk merayakan kekayaan tradisi Nusantara dalam satu panggung yang sarat makna. Kami ingin masyarakat tidak hanya terhibur, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur di dalamnya,” ujarnya, Kamis, 2 April 2026.
Ia menjelaskan, kupat dan lepet memiliki filosofi yang kuat dalam tradisi Jawa. Kupat dimaknai sebagai simbol permohonan maaf, sedangkan lepet mencerminkan eratnya hubungan persaudaraan.
“Melalui tradisi kenduri kupat lepet, kami ingin memperkuat kebersamaan dan harmoni sosial di tengah masyarakat,” katanya.
Panggung budaya tersebut juga akan diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, termasuk penampilan jaran kepang dari sejumlah paguyuban di Kota Batu. Kesenian ini dikenal memiliki nilai spiritual yang kuat dan hingga kini tetap dilestarikan.
Selain itu, akan dilakukan penyerahan piagam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) untuk kesenian Sandu sebagai bentuk pengakuan sekaligus upaya pelestarian budaya.
“Pengakuan ini menjadi langkah penting agar seni tradisional tetap eksis di tengah perkembangan zaman,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pariwisata Kota Batu berharap dapat menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat posisi Kota Batu sebagai destinasi wisata budaya di Jawa Timur.
Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif, khususnya bagi para pelaku seni dan komunitas budaya.
“Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dan apresiasi bagi seniman lokal untuk terus berkarya,” tambahnya.
Masyarakat pun diimbau untuk memanfaatkan momentum ini sebagai ajang menikmati kekayaan budaya sekaligus mempererat kebersamaan.
“Kami mengajak masyarakat untuk hadir bersama keluarga dan sahabat, menikmati suasana penuh budaya dan kearifan lokal dalam Gebyak Kenduri Seni Kupat Lepet Syawal,” pungkasnya. (*)
