Menteri LH Hanif Faisol Gencarkan Gerakan Indonesia ASRI di Malang, Tekankan Budaya Pilah Sampah

29 Maret 2026 12:21 29 Mar 2026 12:21

Thumbnail Menteri LH Hanif Faisol Gencarkan Gerakan Indonesia ASRI di Malang, Tekankan Budaya Pilah Sampah

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq saat melakukan korve dan memungut sampah pengunjung Car Free Day (CFD) Jalan Besar Ijen Kota Malang, Minggu, 29 Maret 2026 (Foto : Kukuh/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan Bupati Malang, Sanusi melaksanakan kerja bakti bersama dalam kegiatan Korve dan Apel Siaga Gerakan Indonesia ASRI yang digelar di Jalan Besar Ijen Kota Malang, Minggu, 29 Maret 2026.

Memanfaatkan momen Car Free Day yang digelar rutin setiap hari Minggu, Hanif berjalan kaki berkeliling Jalan Besar Ijen. Melihat ada beberapa ceceran sampah plastik dari pengunjung CFD, ia pun langsung memungutnya dan dimasukkan ke dalam karung. 

Tak jarang, ia juga beberapa kali berhenti untuk menyapa pengunjung CFD sekaligus mensosialisasikan tentang gerakan nasional Indonesia ASRI. Diketahui, ASRI sendiri merupakan akronim dari Aman, Sehat, Resik, Indah dan bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat termasuk pentingnya pemilahan sampah. 

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan, kesadaran memilah sampah menjadi kunci utama dalam pengelolaan persampahan yang lebih baik dan berkelanjutan.

"Di dalam penanganan sampah, yang paling fundamental dan harus dilakukan adalah melakukan pilah sampah. Tanpa dilakukan pemilahan, maka biaya penanganan atau penyelesaian di hilir akan menjadi sangat tinggi," jelasnya, Minggu, 29 Maret 2026. 

Oleh karenanya, ia menginstruksikan kepada pemerintah daerah untuk setiap minggunya melaksanakan kerja bakti atau korve bersama dengan masyarakat. Lewat korve inilah, masyarakat juga bisa lebih paham tentang pentingnya pemilahan sampah. 

"Lewat korve, kemudian dikembangkan lebih lanjut kepada seluruh masyarakat untuk memahami pentingnya pilah sampah. Karena hanya dengan pemilahan, semua masalah sampah bisa tereduksi dengan baik," terangnya. 

Di sisi lain, gerakan Indonesia ASRI ini juga diharapkan dapat menjadi suatu budaya bagi masyarakat. Pasalnya, kesadaran memilah sampah sejak dari tingkat rumah tangga harus terbangun kuat sebagai langkah nyata sekaligus upaya awal untuk pengelolaan persampahan yang lebih baik dan berkelanjutan. 

"Lewat gerakan Indonesia ASRI, diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk menangani masalah fundamental terkait sampah. Kita tidak bicara teknologi, melainkan bicara budaya. Apapun teknologinya, tanpa budaya yang kuat maka akan susah untuk berkontribusi dalam penyelesaian penanganan sampah nasional," bebernya. 

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan telah menindaklanjuti arahan dari Presiden Prabowo dan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq terkait gerakan Indonesia ASRI tersebut 

"Jadi, tiap Rabu dan Jumat kami selalu mengadakan kerja bakti bersama. Salah satu penyebab banjir di Kota Malang, karena kebiasaan membuang sampah sembarangan. Sehingga lewat kedatangan bapak Menteri dan gerakan ASRI ini, masyarakat lebih sadar untuk membuang sampah pada tempatnya," ungkapnya. 

Sementara itu, Bupati Malang, Sanusi, juga menyampaikan setiap jenis sampah, misalnya berupa botol plastik air minum kemasan harus dibuang di tempat sampah yang sesuai dengan jenisnya.

Apabila tidak sempat membuang sampah di tempat yang disediakan, maka wisatawan harus membawa sampah itu keluar dari tempat wisata sesuai jumlah. 

"Kalau membawa tiga botol, maka pulangnya harus membawa keluar tiga botol. Ketika tak patuh aturan, maka akan dikenakan denda dengan hitungan Rp500 ribu per sampah per orang," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Korve Pilah sampah Gerakan Indonesia ASRI Kota Malang Menteri Lingkungan Hidup