Mengenal Delta Force, Pasukan Khusus AS yang Merangsek Masuk Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro

4 Januari 2026 06:00 4 Jan 2026 06:00

Thumbnail Mengenal Delta Force, Pasukan Khusus AS yang Merangsek Masuk Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro
Pasukan Delta Force saat menjalani latihan militer. (Foto: US Navy via Economictimes.com)

KETIK, JAKARTA – Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilaporkan ditangkap pada Sabtu pagi waktu setempat (3/1/2026) oleh pasukan khusus Amerika Serikat. Kuat kemungkinan operasi militer tingkat tinggi tersebut kembali dilakukan oleh tim Delta Force.

Dilansir CBS, laporan ini kali pertama diketahui usai Presiden AS Donald Trump memposting di media sosial tentang "penangkapan" pemimpin Komunis negara Amerika Selatan itu. Meski demikian, Trump tidak menceritakan detail tentang unit mana yang dikerahkan untuk melakukan operasi milter tingkat tinggi tersebut.

Walaupun demikian, berbagai sumber menyebut besar kemungkinan penangkapan terhadap orang nomor satu Venezuela itu dilakukan pasukan Delta Force yang setiap misinya memang dirahasiakan AS.

Dilansir dari berbagai sumber, Delta Force adalah unit elite Angkatan Darat AS. Sebelumnya, mereka juga terlibat dalam berbagai misi khusus AS. Termasuk pada 2019 yang mengakibatkan kematian mantan pemimpin kelompok teroris ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

Trump mengklaim Presiden Nicolas Maduro dan istrinya telah "ditangkap dan diterbangkan keluar negeri" sekaligus mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah melakukan serangan militer di Venezuela.

"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya," tulis Trump.

Dia menyebut Maduro bakal didakwa di pengadilan Amerika atas tuduhan terorisme narkoba pada 2020.

Berikut profil pasukan khusus Delta Force AS yang diyakini bergerak menembus ibu kota Venezuela Caracas hingga berhasil menangkap Presiden Maduro:

1. Bertugas Menangkap dan Membunuh Target Bernilai Tinggi

Melansir Military.com, Delta Force, yang secara resmi disebut sebagai Detasemen Operasional Pasukan Khusus ke-1–Delta (1st SFOD-D), adalah salah satu unit misi khusus utama Amerika Serikat dengan fokus utama pada kontra-terorisme.

Delta Force paling dikenal sebagai unit kontra-terorisme tingkat satu yang bertugas menangkap atau melenyapkan target bernilai tinggi dan membongkar jaringan teroris. Peran mereka bahkan juga disebut sering jauh melampaui mandat tersebut.

Foto Pasukan Delta Force saat menjalani latihan militer. (Foto: US Navy via Economictimes.com)Pasukan Delta Force saat menjalani latihan militer. (Foto: US Navy via Economictimes.com)

2. Bekerja Sama dengan CIA

Melansir Hindustan Times, unit ini sangat serbaguna dan melakukan operasi aksi langsung, misi penyelamatan sandera, dan kegiatan rahasia, seringkali berkoordinasi erat dengan CIA. Unit ini juga telah dikerahkan untuk memberikan layanan perlindungan bagi para pemimpin senior AS selama kunjungan ke zona konflik.

Secara operasional, Delta Force berada di bawah Komando Operasi Khusus Gabungan (JSOC), sementara dukungan administratif diberikan oleh Komando Operasi Khusus Angkatan Darat AS (USASOC).

3. Dibentuk Kali Pertama untuk Krisis Iran

Delta Force adalah unit yang relatif muda, didirikan pada 1977 oleh komandan pertamanya, Charles Beckwith. Beckwith saat itu menyadari kebutuhan akan pasukan kontra-terorisme Angkatan Darat yang sangat presisi setelah bertugas bersama Pasukan Khusus Udara Inggris pada awal tahun 1970-an. Pada saat itu ancaman terorisme global meningkat pesat.

Sejarah awal unit ini dibentuk oleh misi penyelamatan sandera Iran tahun 1980 yang gagal, di mana kesalahan peralatan penerbangan dan operator menyebabkan kematian delapan anggota militer AS. Setelah kejadian itu, militer AS membentuk Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160 untuk menyediakan dukungan penerbangan khusus untuk misi operasi khusus.

Saat ini, SFOD-D merekrut personelnya dari seluruh Angkatan Darat AS, dengan mayoritas berasal dari Resimen Ranger dan Pasukan Khusus Angkatan Darat. Persyaratan kelayakan mengharuskan kandidat untuk menjadi personel Angkatan Darat yang sedang bertugas, berada dalam pangkat tertentu, dan memiliki setidaknya dua setengah tahun tersisa dalam masa dinas mereka.

4. Syarat Menjadi D-Boy, Julukan Anggota Delta Force

Menjadi seorang "D-Boy" membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan fisik. Dibutuhkan profil psikologis unik yang mampu beradaptasi secara ekstrem. Melansir Republic World, perekrutannya terkenal sangat ketat, dengan sebagian besar kandidatnya berasal dari Resimen Ranger ke-75 dan Pasukan Khusus Green Berets.

Proses Seleksi unit ini menggunakan salah satu kursus "penyaringan" paling berat di dunia, yang berfokus pada navigasi darat dan ketahanan mental. Spesialisasi yang Diperlukan meliputi pelatihan berpusat pada penguasaan Pertempuran Jarak Dekat (CQB), kemampuan menembak tingkat lanjut, dan pengawasan teknis.

5. Misi Delta Force

Delta Force beroperasi di balik bayangan. Misi mereka selalu dirahasiakan, dan Pemerintah AS jarang mengakui keterlibatan spesifik mereka dalam operasi.

6. Struktur Organisasi

Delta diorganisir menjadi Skuadron Sabre, yang selanjutnya dibagi menjadi pasukan Penyerangan dan Pengintaian. Desain modular ini memungkinkan tim kecil dan khusus untuk dikerahkan secara global dalam waktu singkat untuk mengatasi ancaman yang sensitif terhadap waktu. (*)

Tombol Google News

Tags:

Delta Force Pasukan Khusus AS Presiden Maduro Venezuela vs AS Amerika Serikat Venezuela